Senin 05 Mar 2018 08:46 WIB

Daftar Tunggu Rumah Subsidi Perumnas Capai 200 Antrean

Lokasi pembangunan perumnas cukup strategis sehingga banyak warga berminat.

Logo Perumnas (ilustrasi)
Logo Perumnas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Sedikitnya 200 peminat tercatat dalam daftar tunggu perolehan rumah subsidi yang sedang dibangun Perum Perumnas Regional VII Sulawesi Tenggara (Sultra). Manajer Proyek Perum Perumnas Sultra Umar Wonggo di Kendari, Senin (5/2), mengatakan saat ini sedang dalam pengerjaan lokasi untuk mempercepat realisasi pembangunan rumah subsidi.

"Lokasi pembangunan Perumnas Haluoleo cukup strategis karena hanya sekitar dua kilo meter dari bandara Haluoleo. Peminat yang masuk daftar tunggu sudah 200-an orang," kata Umar.

Perum Perumnas Sultra pada 2018 memproyeksikan pembangunan 3.000 unit rumah subsidi tipe 21, 28, 36 di atas lahan seluas 36 hektare di Kabupaten Konawe Selatan, Sultra. Negara melalui Perum Perumnas terus mencari terobosan untuk menjawab kebutuhan rumah layak huni bagi warga negara dengan beragam kemampuan.

Terobosan yang dilakukan Perum Perumnas saat ini, kata dia, adalah membangun tipe rumah lebih bervariasi dengan harga yang beragam, mulai Rp 100-an juta hingga Rp 200-an juta. Sesuai ketentuan pemerintah dalam hal memberi kemudahan bagi calon pengguna, adalah memberlakukan uang muka perumahan sebesar satu persen dari harga jual.

"Tidak hanya keringanan uang muka tetapi Perum Perumnas juga mengisyaratkan dana pesanan pembangunan rumah sebesar Rp 200 ribu. Kalau calon 'user' sudah menyetor Rp 200 ribu sudah masuk daftar prioritas untuk memiliki rumah subsidi," kata Umar.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara La Mandi menyambut baik segala kemudahan yang disiapkan Perum Perumnas untuk menggaet minat calon konsumen. Sekarang ini menurutnya kompetisi pelaku usaha properti perumahan semakin sengit sehingga membutuhkan kreativitas, antara lain uang muka murah dan angsuran terjangkau.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement