Selasa 06 Feb 2018 14:54 WIB

Isu Pemecatan Conte dan Sejarah Pembangkangan Pemain

Antonio Conte bantah tidak didukung para pemain Chelsea.

Antonio Conte
Foto: AP Photo/Matt Dunham
Antonio Conte

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Isu pemecatan semakin kencang menerpa Antonio Conte menyusul hasil buruk timnya dalam sepekan terakhir ini. Usai dipermalukan Bournemouth 0-3 di laga kandang pada awal Februari, Chelsea lagi-lagi dipencundangi dengan skor besar 1-4 saat bertandang ke klub papan tengah lainnya Watford pada laga Liga Primer Inggris pekan ini.

Rumor pelengseran Conte dari kursi manajer Chelsea sebenarnya sudah merebak sejak kekalahan kandang pekan lalu. Bahkan nama mantan pelatih Barcelona, Luis Enrique, disebut-sebut akan menggantikan peran Conte di Stamford Bridge sebelum leg pertama Liga Champions pada 20 Februari 2018.

Sebelumnya kursi pelatih Chelsea juga dikait-kaitkan dengan sejumlah nama. Ada nama pelatih Juventus Massimiliano Allegri dan Maurizio Sarri dari Napoli. Terlepas dari nama-nama tersebut, ada hal menarik terkait siapa yang paling berperan jika Conte nanti akhirnya dipecat.

Jamie Carragher, legenda Liverpool yang kini jadi pengamat bola, menyakini Conte sedang mengalami fase yang dulu dialami Jose Mourinho pada 2015. Setelah menelan sembilan kekalahan dari 16 laga Chelsea, Mourinho akhirnya dipecat menyusul adanya desakan dari pemain senior Chelsea yang saat itu sudah tidak sejalan lagi dengan pelatih Portugal tersebut.

‘’Ada harus melihat kembali apa yang dulu terjadi pada Mourinho,’’ kata Carragher kepada Sky Sports. ‘’Apakah sekarang ada perselisihan antara pemain dengan pelatihnya.’’

Carragher memperkirakan kondisi tersebut yang sepertinya mungkin sedang menerpa Conte. Para pemain Chelsea sengaja mengecewakan Conte. ‘’Dan, itu yang mungkin dirasakan oleh pelatih. Tapi, pastinya kekalahan dari Bournemouth 0-3 dan Watford 1-4 sangat tidak bagus buat Chelsea,’’ katanya.

Conte membantah keras bahwa hubungannya dengan para pemain sedang tidak harmonis. ‘’Anda pikir klub tidak dapat memecat pelatih jika tidak ada dukungan pemain? Anda berpikir pemain memiliki power? Semua itu salah,’’ kata Conte seperti dilansir situs Express.co.uk.

Selama kariernya sebagai pemain, pelatih berusia 48 tahun ini pun mengaku tidak pernah membujuk klub memecat pelatih. Selain pernah memperkuat Lecce selama enam musim (1985-1991), Conte menghabiskan karier pemainnya bersama Juventus selama kurun 1991-2004.

Conte tidak berpikir jauh kekalahan beruntun Chelsea dengan skor telak dalam sepekan terakhir ini karena adanya pembangkangan para pemain. Conte yang sukses tiga kali mempersembahkan scudetto bagi Juventus ini menilai kekalahan dari Watford lebih karena kesalahan dirinya dalam memilih starter.

Saat dibantai Bournemouth pekan lalu, Conte juga tidak ingin mencari-cari alasan karena timnya memang tampil buruk. "Mereka pantas menang. Sekarang tidak penting bagi kami untuk mencari alasan atau menemukan alibi," katanya. "Kami harus bertanggung jawab. Hasil ini dari kesalahan semua elemen dalam klub, bukan hanya tim.’’

Conte telah melepas target Chelsea mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris. Berada di posisi keempat klasemen dengan tertinggal 19 poin dari pemimpin klasemen Manchester City, Conte hanya fokus mempertahankan posisi di klasemen zona Liga Champions.

Posisi Chelsea bisa digusur Tottenham Hotspur yang terpaut satu poin di posisi kelima klasemen dengan 49 poin. "Sekarang kami harus memperjuangkan tempat di Liga Champions. Kami harus realistis, kami harus kuat menghadapi situasi seperti ini," kata pelatih berkebangsaan Italia, dikutip dari Four Four Two, Ahad (4/2).

Conte pun menegaskan dirinya tidak takut dipecat. ‘’Saya sama sekali tidak khawatir dipecat. Saya telah bekerja setiap hari dan memberikan 120 persen. Jika itu sudah cukup, itu bagus. Tapi jika klub mengambil keputusan lain, saya tidak khawatir,’’ katanya.

Rumor memang menyebutkan Conte akan dipecat sebelum Chelsea bertemu raksasa Catalan, Barcelona, di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada 20 Februari. Sebelum laga tersebut, Chelsea akan melakoni dua pertandingan lawan West Bromwich Albion (13/2) di laga Liga Primer Inggris dan Hull City (17/2) di laga Piala FA.

Rasanya sulit menerima kenyataan tim sekelas Chelsea menelan kekalahan beruntun dengan skor telak dari tim selevel Bournemouth dan Watford. Jikapun menderita kekalahan, Chelsea idealnya hanya kalah tipis akibat kekurang-beruntungan. Atau, kekalahan telak tersebut jangan-jangan memang bentuk ‘pembangkangan’ pemain Chelsea yang tidak ingin lagi dilatih Conte. Who knows?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement