Selasa 23 Jan 2018 19:48 WIB

Menhan RI Sebut AS akan Jual Alutsista kepada Indonesia

Pembelian alutsista diperlukan untuk mengganti alutsista yang sudah lama.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI) Wiranto dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) James Mattis usai melakukan pertemuan di Kantor Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/1).
Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI) Wiranto dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) James Mattis usai melakukan pertemuan di Kantor Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ryamizard Riyacudu menyebutkan, pihak Amerika Serikat (AS) akan menjual alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka kepada Indonesia. Pembelian alutsista itu diperlukan untuk mengganti alutsista yang sudah berumur. "Dia akan menjual alutsistanya kepada kita. Dia akan jual tergantung kita berapa banyaknya," ujar Ryamizard usai melakukan pertemuan dengan Menhan AS James Mattis di Kementerian Pertahanan RI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/1).

Untuk saat ini, Ryamizard merasa tak perlu membeli alutsista tersebut. Namun, beda cerita tiga atau empat tahun yang akan datang. Saat ini, Indonesia baru melakukan pengadaan Pesawat F-16 dan alutsista lainnya. "Saya rasa sementara cukup dulu. Tidak tahu kalau tiga sampai empat tahun nanti. Kenapa? Kita kan tidak perang, perang kita kan sama teroris, teroris kan tidak pakai itu," jelas dia.

Pembelian alutsista ke depan, kata dia, pasti ada. Itu karena alutsista yang ada pasti harus diganti. Seiring berjalannya waktu, alutsista-alutsista yang Indonesia miliki akan semakin tua. "Kan tua-tua sudah pesawat terbang. Kalau mobil 100 tahun masih jalan, pesawat 50 tahun kan ngeri-ngeri juga," ujar Ryamizard.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement