Jumat 24 Nov 2017 23:32 WIB

Harga Kopi Arabika di Solok Terus Meningkat

Kopi. Ilustrasi
Foto: wordpress.com
Kopi. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Harga kopi arabika di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, terus meningkat dari Rp 25.000 per kilogram pada 2016 menjadi Rp 55.000 pada 2017, kata Firman, Pengurus Koperasi Solok Radjo.

"Dengan membaiknya harga kopi tersebut, petani mulai bersemangat menanam dan merawat kopi," katanya dihubungi dari Padang, Jumat (24/11).

Menurut dia, setelah dibeli dari petani, pihaknya mengolah hasil kebun tersebut menjadi kopi asalan atau kopi yang sudah melewati proses pemanggangan biasa. Pada 2016, kata dia, Koperasi Solok Radjo membeli kopi kepada petani 10 ton per tahun, dan 2017 masih stabil dengan jumlah yang sama. "Pada 2018 kami menargetkan akan membeli kopi dari petani sebanyak 25 sampai 30 ton," ujar dia.

Kemudian di koperasi juga diproduksi beberapa kopi yang diberi nama Solok Radjo dengan harga jual Rp 90.000 per kilogram, Kerinci Radjo Rp 90.000, dan Labah Rimbo Rp 100.000. Terkait perkembangan komoditas kopi saat ini, ia menilai pasarnya sudah ada sesuai dengan kualitas barang.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan produksi kopi di Sumbar mencapai 15.670 ton per tahun serta sudah banyak di ekspor ke luar negeri. "Luas area perkebunan kopi mencapai 20.754 hektare," kata dia.

Ia menyebutkan daerah penghasil kopi arabica atau perkebunan kopi di atas 1.000 meter di atas permukaan laut yakni Kabupaten Solok, Agam, Solok Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Limapuluh Kota, dan Pasaman Barat.

Masing-masing daerah tersebut, ujar dia, memiliki cita rasa yang berbeda. Misalnya sama-sama kopi arabica, namun rasa dan aroma setiap daerah memiliki khas masing masing.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement