Kamis 16 Nov 2017 07:54 WIB

Angin Ribut Rusak 492 Rumah di Lampung Timur

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Endro Yuwanto
Angin kencang. Ilustrasi
Angin kencang. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Angin ribut yang menerpa tiga desa di Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Selasa (14/11) petang membuat sebanyak 492 rumah rusak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur mencatat 492 rumah rusak, baik rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Kerusakan terjadi karena seluruh atap rumah hancur dan terbang ke berbagai tempat.

Kepala BPBD Lampung Timur Tri Pranoto mengatakan, ratusan rumah yang rusak berada di tiga desa dalam Kecamatan Way Jepara, yakni Desa Braja Asri, Desa Braja Sakti, dan Desa Sumberejo. "Penyaluran bantuan sudah dilakukan seperti makanan, selimut dan terpal," katanya, Kamis (16/11).

BPBD setempat mendata, jumlah rumah rusak di Desa Braja Asri 83 rumah. Di Desa Braja Sakti sebanyak 305 rumah rusak. Dan di Desa Braja Sumberejo sebanyak 104 rumah rusak. Pemkab Lampung Timur masih menyalurkan bantuan bahan makanan, selimut, dan terpal untuk berlindung sementara.

Pemkab setempat masih mendata kategori rumah yang rusak untuk selanjutnya dilakukan perbaikan sementara menggunakan dana tanggap darurat. Kabag Humas Pemkab Lampung Timur Mujianto mengatakan, korban rumah rusak karena terjangan angin puting beliung terus mendapat bantuan.

"Banyak rumah rusak, namun tidak ada korban jiwa," kata Mujianto saat dikonfirmasi Republika.co.id.

Pemkab berharap warga untuk waspada terhadap segala kemungkinan yang ada karena curah hujan yang tinggi. "Pemkab terus memantau dan berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait untuk antisipasi ke depan," jelas Mujianto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement