Senin 13 Nov 2017 04:06 WIB

Bijak Menggunakan Antimikroba

Rep: Dessy Susilawati/ Red: Yudha Manggala P Putra
MRSA adalah superbug yang kebal pengobatan yang dapat menyebabkan infeksi mematikan. Superbug muncul karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Foto: Reuters/Fabrizio Bensch
MRSA adalah superbug yang kebal pengobatan yang dapat menyebabkan infeksi mematikan. Superbug muncul karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Team Leader Emergency Centre for Transboundary Animal Disease untuk badan pangan dan pertanian FAO James Mc Grane mengatakan, saat mikroba menjadi kebal terhadap satu atau beberapa jenis antimikroba, infeksi yang dihasilkan mikroba akan sulit untuk disembuhkan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Mikroba yang kebal ini dapat menyebar ke lingkungan sekitar, ke rantai makanan dan ke manusia. "Untuk itu, jika tidak diperlukan penggunaan antimikroba pada ternak sebaiknya tidak perlu digunakan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, belum lama ini.

James Mc Grane menjelaskan, salah satu pengendalian penggunaan antimikroba yang dapat dilakukan yaitu melalui implementasi biosekuriti tiga zona. Menurutnya, melalui upaya tersebut, tidak hanya menghasilkan produk peternakan yang lebih sehat, namun dengan praktik-praktik manajemen yang baik juga terbukti dapat meningkatkan keuntungan bagi para peternak karena akan mengurangi resiko kematian.

Ketua ReAct Asia Pasifik Sujith Chandy menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman berbagai pihak terkait, termasuk konsumen kesehatan, mengenai resistensi antimikroba melalui upaya komunikasi, edukasi dan pelatihan yang efektif.

Mewakili suara konsumen kesehatan, pendiri YOP (Yayasan Orang Tua Peduli), dr. Purnamawati Sujud, Sp.A(K), MMPed mengimbau kepada semua pihak terkait untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dalam mengendalikan penggunaan antibiotik di semua sektor agar dunia tidak kembali ke era sebelum ditemukannya antibiotik, yaitu era ketika infeksi bakteri dan penyakit ringan tidak lagi bisa ditangani dan dapat berujung pada kematian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement