REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk pengembangan kapasitas antikorupsi. Salah satunya, dilakukan lewat penyusunan kurikulum pendidikan antikorupsi di perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah.
Salah satu pemberi materi, Wakil Ketua KPK, Saut Sitomorang mengatakan, tujuan KPK itu untuk menciptakan kesejahteraan dan menciptakan daya saing Indonesia. Oleh karena itu, bila korupsi masih ada, kesejahteraan dan daya saing itu tidak akan bisa dimiliki Indonesia.
"Makanya, kita harus sama-sama, memberantas korupsi harus jadi gerakan karena tidak cukup hanya diserahkan kepada aparat saja, semua elemen masyarakat harus aktif melawan korupsi," kata Lincolin di Hotel Quality, Selasa (24/10).
Ia menekankan, korupsi dalam ilmu ekonomi merupakan kebobrokan yang sangat buruk, karena selain moral merusak sisi-sisi ekonomi. Bahkan, Lincolin mengumpamakan, saat ini tidak ada bangunan yang tidak retak dan semakin luasnya retakan menunjukkan semakin besarnya korupsi yang ada.
Untuk itu, ia berpendapat, pemahaman arti korupsi itu sangat tepat bila akan disampaikan kepada akdemisi-akademisi, terutama dari perguruan tinggi Muhammadiyah. Terlebih, Muhammadiyah saat ini memiliki 179 perguruan tinggi, dengan lebih dari 12 ribu dosen.
"Jika nanti dididik, biar bisa menghilangkan budaya terima kasih, apalagi yang merupakan bentuk-bentuk lain dari korupsi," ujar Lincolin.
Rekomendasi
-
Rabu , 04 Feb 2026, 05:45 WIB
Musikal Perahu Kertas Dibuka Dee Lestari di Ciputra Artpreneur
-
-
Rabu , 04 Feb 2026, 05:30 WIBIndonesia Perkuat Diplomasi Perdamaian di Dewan Perdamaian
-
Rabu , 04 Feb 2026, 05:15 WIBKabupaten Bekasi Dorong Koperasi Merah Putih Sebagai Penggerak Ekonomi
-
Rabu , 04 Feb 2026, 04:45 WIBCak Imin Umumkan Plt Ketua Dewan Syura PKB Pengganti Ma'ruf Amin
-
Rabu , 04 Feb 2026, 02:33 WIBEkspor NTT 2025 Mencapai 76,64 Juta Dolar AS, Turun 8,64 Persen dari Tahun Sebelumnya
-