Senin 11 Sep 2017 22:09 WIB

Penjualan Kendaraan Niaga di Jatim Turun, Apa Penyebabnya?

Kendaraan niaga
Foto: dyandra promosindo
Kendaraan niaga

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Penjualan kendaraan niaga di wilayah Jawa Timur (Jatim) mengalami penurunan sekitar 11 persen pada semester I/2017 dibanding semester yang sama tahun 2016. Hal ini terjadi akibat turunnya sejumlah sektor ekonomi di wilayah setempat.

Sales Marketing Director PT United Motors Center atau yang menangani merk Suzuki Jatim Fredy Teguh Prasetyo mengakui, pasar kendaraan niaga pada semester pertama memang cukup lesu, dan diprediksi akan pulih pada semester kedua.

Fredy mengatakan, pasar kendaraan niaga di Jatim pada periode Januari-Agustus 2017 mencapai 7.100 unit, sedangkan periode yang sama tahun 2016 penjualannya mencapai 8.100 unit. "Kami harapkan September dan seterusnya penjualannya bisa menyentuh angka yang sama seperti tahun lalu," kata dia, Senin (11/9).

Fredy menjelaskan, Suzuki memiliki dua segmen niaga, yakni Suzuki Futura dan Suzuki Mega Carry APV Pick-Up, dengan penjualan untuk Suzuki Futura mencapai 150 sampai 200 unit per bulan dan Suzuki Mega Carry APV Pick-Up sebanyak 80 hingga 100 unit per bulan.

Sementara, Ection Head East Java, Bali, NTB Section Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors, Krama Yudha Sales Indonesia Heru Siswantoro mengatakan, untuk produknya juga tidak mengalami kenaikan signifikan. "Infrastruktur pemerintah belum berdampak terhadap penjualan kendaraan niaga kecil atau light commercial vehicle (LCV) di produk kami," katanya.

Menurut Heru, sebagian besar yang menikmati proyek infrastruktur adalah perusahaan BUMN dan swasta besar, atau belum sampai ke segmen ritel. Akibatnya, kendaraan niaga untuk sektor perdagangan belum membaik.

Heru menambahkan, segmen yang paling banyak mengalami penurunan adalah mini pickup sebesar 20 persen, sedangkan segmen small pick up masih cenderung stabil dengan penurunan mencapai satu persen. "Pengguna mini pickup adalah pedagang ritel maupun petani. Sektor ritel maupun pertanian di Jatim belum terlalu membaik. Berbeda dengan segmen small pick up pasarnya lebih stabil karena penggunanya adalah pedagang besar, agen atau distributor," katanya.

Heru memprediksi, kondisi pasar kendaraan niaga di Jatim akan tetap akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, karena pertumbuhan ekonomi yang belum signifikan. "Mitsubishi menargetkan penjualan kendaraan niaga pada tahun ini mencapai 475 unit per bulan, namun hingga kini realisasinya baru sebesar 450 unit per bulan," jelasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement