Senin 07 Aug 2017 23:17 WIB

Sebagian Koperasi Bekasi Diduga Disusupi Rentenir

Ilustrasi.
Foto: www.inilahjabar.com
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bekasi Anim Imamudin meminta instansi terkait untuk memverifikasi operasional 800 koperasi di wilayahnya yang diduga mulai disusupi kalangan rentenir berkedok koperasi.

"Dari 800 koperasi di Kota Bekasi, sebanyak 50 persen di antaranya sudah tidak aktif, bahkan dari sekitar 400 yang aktif ada yang berkedok sebagai rentenir," katanya usai menghadiri upacara Hari Koperasi 2017 di Alun-Alun Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (7/8).

Menurut dia, koperasi yang dikategorikan aktif, sebagian di antaranya masih menggelar rapat anggota tahunan.

Sementara itu, koperasi yang tidak aktif, mayoritasnya sudah tidak memiliki papan nama alias fiktif dan banyak disusupi kepentingan lain, salah satunya rentenir.

"Dari yang tersisa sekarang, banyak yang tidak punya nama atau bisa jadi mereka adalah rentenir yang berkedok keporasi," katanya.

Pihaknya dalam waktu dekat akan meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi untuk memverifikasi ulang aktivitas koperasi di wilayah itu. "Dalam waktu dekat, akan kami data ulang. Bila positif rentenir, kami hapus," katanya.

Anim mengatakan bahwa ratusan koperasi yang bangkrut di wilayah itu mayoritasnya disebabkan kelemahan pada sisi manajemen dan modal.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menyelamatkan pengusaha koperasi yang kini nyaris bangkrut dengan bangtuan dana pinjaman modal dari Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Kota Bekasi. "Kalau modal akan dibantu lewat BPRS sebagai BUMD Kota Bekasi yang fokus menangani permodalan usaha," katanya.

Selain melakukan pembinaan koperasi, pihaknya juga akan mengarahkan usaha mereka pada layanan online dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. "Hal ini adalah langkah meningkatkan kapasitas usaha menuju Indonesia Digital Energy of Asia pada tahun 2020," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement