Ahad 06 Aug 2017 18:47 WIB

TNI Evakuasi Meriam Peninggalan Kerajaan di Aceh

Foto dari udara salah satu wilayah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Nagan Raya merupakan wilayah yang dulu menjadi lokasi Kerajaan Seuneu'am, yang berada di bawah Kesultanan Aceh.
Foto: ANTARA/Saptono
Foto dari udara salah satu wilayah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Nagan Raya merupakan wilayah yang dulu menjadi lokasi Kerajaan Seuneu'am, yang berada di bawah Kesultanan Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Prajurit TNI Kodim 0116/ Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, bersama masyarakat mengevakuasi satu unit meriam tua peninggalan Kerajaan Seuneua'm untuk diamankan dan dijaga sebagai benda cagar budaya. 

Komandan Kodim 0116/ Nagan Raya Letkol Kav Moch Wahyudi di Nagan Raya, Ahad (6/8), mengatakan untuk sementara meriam tersebut diamankan dengan cara memindahkannya ke lokasi baru sehingga diharapkan menjadi cagar budaya daerah itu. "Hasil musyawarah sementara mengamankan dengan cara memindahkan lokasi meriam yang semula berada di Kuala Pau, di Pindah ke Desa Kuala Do atau di samping rumah saudara M Yusuf Amin, orang yang dituakan di Kuala Seune'am," kata dia. 

Dalam laporan tertulis diterima di Meulaboh dijelaskan, pemindahan meriam tersebut merupakan permintaan ahli waris Kerajaan Seuneu'am (Ujong Raja) yang berada di wilayah Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Meriam yang diamankan tersebut berukuran panjang 1,7 meter, bagian depan berdiameter 30 centimeter dan bagian belakang 50 centimeter, meriam tersebut menurut sejarah warga sekitar merupakan pemberian kerajaan Turki.

Wahyudi menjelaskan, selama ini memang telah dipersiapkan lokasi baru. Namun tempatnya belum siap, dengan berbagai pertimbangan bahwa meriam itu merupakan salah satu bukti peninggaalan sejarah pada kerajaan Seuneu'am. 

 

"Warga yang berdomisili di Kuala Seuneu'am sebelumnya mempertahankan keberadaan meriam untuk tetap di wilayah Kuala Seuneu'am. Meriam tersebut diangkat untuk dipindahkan ke lokasi baru di Kuala Do melalui jalur air menggunakan Bot," kata dia menjelaskan. 

Lebih lanjut dia menjelaskan pemindahan meriam dilakukan karena saat ini tidak terawat. Bahkan, tersiar kabar adanya rencana penggalian oleh oknum-oknum untuk mengambil atau mencuri meriam tersebut untuk diperjual belikan sebagai barang antik.

Sebelum dipindahkan, terlebih awal dilakukan pengecekan oleh ahli waris atau keturunan Tuanku Abdullah Raja Seuneu'am (ujong raja) di dampinggi anggota Koramil 06/Darul Makmur serta anggota Kodim 0116 dan masyarakat setempat.

Wahyudi menyatakan, masih minimnya kepedulian masyarakat sekitar maupun pemerintah terhadap aset sejarah menyebabkan beberapa situs sejarah khususnya di Kabupaten Nagan Raya hampir hilang tanpa bekas. "Perlu penetapan lokasi-lokasi yang diketahui memiliki peninggalan kerajaan atau sejarah sebagai cagar budaya sejarah sehingga dapat dialokasikan anggaran pembangunan maupun perawatannya," kata Wahyudi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement