Senin 24 Jul 2017 19:13 WIB

Dampak Kabut Asap, 23 Warga Aceh Barat Terkena ISPA

Kabut asap (ilustrasi)
Kabut asap (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH, ACEH -- Managemen Rumah Sakit Cut Nyak Dhien (RSUD-CND) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mencatat setidaknya 23 warga daerah itu menderita Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dalam waktu satu pekan terakhir.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD-CND Meulaboh dr Eman Tuahta Subakti, di Meulaboh, Senin (24/7) mengatakan, peningkatan kasus ISPA terjadi selama daerah tersebut dilanda kabut asap, dampak dari kebakaran lahan gambut yang tidak kunjung padam.

"Hari ini ada beberapa pasien datang dengan kondisi sesak nafas, tapi pasien-pasien itu masuk sebentar dan kita pulangkan setelah perawatan. Sampai hari ini dari tanggal 17 Juli 2017 ada sekitar 23 orang jumlah anak-anak dan orang dewasa kena ISPA," katanya.

Kabut asap yang melanda wilayah Kota Meulaboh sangat parah sejak Ahad (23/7) malam hingga Senin (24/7) siang, kumparan asap masih beterbangan dan mengganggu aktivitas penguna jalan dan proses belajar mengajar salah satu Sekolah Dasar. Pihak TNI, Polri, Dinas Kesehatan bersama BPBD Aceh Barat telah melakuka berbagai upaya penangganan kebakaran hingga membagi-bagikan masker untuk menekan kasus Ispa melanda masyarakat di daerah setempat.

BPBD Aceh Barat mencatat, kebakaran lahan gambut tersebar di enam kecamatan daerah tersebut, asap terlihat begitu padat di Jalan Nasional lintas Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di wilayah Desa Suak Raya, Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan.

"Hari ini kita masih melakukan upaya pemadaman pada titik api yang bisa dijangkau. Masyarakat kita imbau tidak lagi membakar lahan karena kondisi cuaca daerah kita sangat panas,"sebut Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat Teuku Syahluna Polem.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Meulaboh mencatat, setidaknya ditemukan lima titik panas di wilayah Aceh Barat pada Senin, (24/7) pukul 07.00 WIB, kondisi tersebut dapat memicu kabut asap pada malam harinya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement