Kamis 06 Jul 2017 00:45 WIB

Peserta Diksar Maut UII Alami Pembengkakan Otak

Rep: Andrian Saputra/ Red: Bilal Ramadhan
Peran pengganti tersangka memperagakan adegan kekerasan terhadap peserta pada rekonstruksi Diksar Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) di desa Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (13/3).
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Peran pengganti tersangka memperagakan adegan kekerasan terhadap peserta pada rekonstruksi Diksar Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) di desa Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Salah satu peserta Diksar Mapala UII, Fauzi hingga saat ini masih mengalami gangguan psikis. Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan Fauzi masih sering mengalami kebingungan dan trauma. Bahkan setelah cek kesehatan salah satu saksi LPSK tersebut didiagnosa mengalami pembengkakan pada otak.

"Setelah pelaksanaan Diksar itu tidak mengalami apa-apa, tapi belakangan terakhir ini sering linglung gampang lupa. Setelah bertemu Rektor dan dilakukan pemeriksaan hasil diagnosanya ada pembengkakan pada otak. Tapi dia masih kuliah, meski terakhir bertemu katanya masih sakit," tutur Edwin saat mendampingi empat peserta diksar menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Karanganyar pada Rabu (4/7).

Erwin  berharap Fauzi bisa segera pulih sehingga dapat memberikan keterangan pada persidangan selanjutnya. Lebih lanjut kata dia LPSK akan terus mendampingi peserta diksar yang dipanggil menjadi saksi dalam persidangan kasus Diksar Mapala UII untuk terdakwa Wahyudi dan Angga Septiawan.

Sidang lanjutan kasus Diksar Mapala UII pada Rabu (5/7) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Terdapat enam saksi dianyaranya Sri Handayani dan Abdullah Ardi atau orang tua Syait Asyam. Serta empat peserta diksar yakni Rakes, Ridho Erlangga, Muhammad Khadar dan Djiwangga. Hingga berita ini ditulis sidang masih berlangsung.

Diketahui Diksar Mapala UII  yang berlangsung di Watu Lumbung, Tawangmangu, Karanganyar pada Januari berujung dengan meninggalnya tiga peserta yakni Muhammad Fadli, Sayit Asyam, dan Ilham Nur Padmy Listiadin. Selang beberapa hari, polisi menangkap dan menetapkan dua tersangka yang merupakan panitia bagian operasional pala pelaksanaan Diksar yakni Wahyudi dan Angga Septiawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement