Rabu 05 Jul 2017 16:41 WIB

Upaya Eksekusi Gedung MNC TV Libatkan Preman

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan
MNC TV
MNC TV

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan Putusan MA sengketa Saham TPI bertempat di MNCTV Pintu 2 Raya Taman Mini Indonesia Indah RT01/04 Lubang Buaya Kecamatan Cipayung Jakarta Timur melibatkan sejumlah preman. Pihak kepolisian turun melakukan pengamanan agar tidak terjadi bentrokan.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, polisi berupaya agar tidak terjadi bentrokan antara kedua belah pihak. Sebab kedua belah pihak melibatkan preman dalam tindak lanjut putusan MA itu.

"Dua-duanya melibatkan preman itu sebenarnya, nah kita bikin sekat di situ untuk mencegah bentrok," kata Andry pada Republika.co.id, Rabu (5/7).

Ia melanjutkan, pihak kepolisian berhasil menghalau kelompok yang berusaha masuk ke dalam gedung MNC TV, serta mencegah agar kelompok lain yang berada di dalam gedung tidak terpancing keluar. Andry juga membantah jika preman yang terlibat berjumlah ratusan. "Tidak benar, menghitungnya dari mana itu," ucapnya.

Andry pun mengungkapkan, meski sempat tegang, tidak terjadi kerusakan berarti dalam peristiwa itu. "Sudah diusir, sudah tidak ada, tidak ada kejadian menonjol, sudah ditangani Polres, yang ada Polisi dan TNI," katanya memastikan.

Andry menjelaskan, kejadian itu bermula dari sengketa kepemilikan dan hingga saat ini telah diputuskan MA jika TPI (Versi lama MNC) ingin mengeksekusi gedung yang dipakai MNC saat ini.

Adapun saat ini, berdasarkan putusan MA, pihak Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut memenangkan perkara arbitrase melawan PT Berkah Karya Bersama soal status TPI kini menjadi MNC TV itu. "Itu sengketa saham, yang versinya TPI lama menang sama mahkamah Agung, nah dia dilarang masuk sama MNC. Nah sekarang dia ingin masuk kesitu kan ada keputusan hukumnya," kata Andry.

Untuk itu, Andry mengimbau agar masing masing pihak melakukan dialog. Hal ini agar kerusuhan tidak terjadi. "Silakan dialog kan orang tua semua tuh. Bawa pekerjaan masing-masing jadi biar cepat seleai masalahnya, silahkan Para Pihak membangun komunikasi yang sehat dan solutif berdasarkan hukum," ujarnya.

Saat ini, sejumlah polisi dan TNI melakukan penjagaan di gedung tersebut. Hal ini untuk mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak diinginkan menyebabkan kerusuhan yang tidak diinginkan.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement