Senin 03 Jul 2017 15:49 WIB

Djarot: Penduduk yang Belum Kembali ke Jakarta 2,2 Juta Jiwa

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Teguh Firmansyah
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersalaman dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat halal bihalal di Balai Kota, Jakarta, Senin (3/7).
Foto: Antara/Galih Pradipta
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersalaman dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat halal bihalal di Balai Kota, Jakarta, Senin (3/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pemudik yang meninggalkan Jakarta sebanyak 6,4 juta. Adapun penduduk yang belum kembali ke Jakarta sebanyak 2,2 juta jiwa.

"Makanya ini pencatatannya harus betul-betul akurat karena banyak juga yang 'tidak tercatat' atau tidak mau dicatat. Jadi data kita seperti itu. Ada datanya per wilayah sampai dengan tujuh hari ke depan. Jadi sekarang ini yang sudah masuk ke kita, yang sudah lagi di Jakarta itu sekitar 4,2 juta (jiwa)," ujar Djarot di Balai Kota, Senin (3/7).

Selain itu, Djarot meminta agar pendatang yang masuk ke Jakarta untuk melaporkan diri kepada RT, RW, dan Kelurahan. Jika pendatang tersebut tidak melaporkan diri, Djarot mengatakan, RT, RW, dan Kelurahan setempat harus aktif mendata.

"Nanti yang datang, yang balik ini, kalau dia nambah anggota baru, itu saya imbau untuk melapor. Maka biduk (bina penduduk) ini sampai dengan H+20 dan setelah itu terus kegiatan rutin untuk bisa memantau pergerakan penduduk suatu wilayah," katanya.

Selain itu, Djarot mengatakan pihaknya sedang fokus pada warga DKI Jakarta dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah masing-masing.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement