Rabu 29 Mar 2017 08:15 WIB

Pedagang Pasar Sleman Segera Tempati Gedung Baru

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Andi Nur Aminah
Ilustrasi Pasar Rakyat
Foto: dok.Republika
Ilustrasi Pasar Rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Para pedagang Pasar Sleman akan segera menempati gedung baru berkapasitas 741 kios. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Tri Endah Yitnani mengatakan, para pedagang akan dipindahkan selama dua hari, yakni Kamis (30/3) dan Jumat (31/3).

Endah mengemukakan, relokasi akan diutamakan bagi pedagang yang memiliki Surat Ijin Tempat Usaha (SITU). “Gedung baru yang akan ditempati pedagang terdiri atas dua unit bangunan,” tuturnya.

Adapun gedung unit II diperuntukkan bagi pedagang bahan-bahan basah. Seperti buah, sayur, daging, dan ikan. Sementara untuk pedagang kering ditempatkan di Pasar Sleman Unit I. 

Jumlah pedagang di Pasar Sleman mencapai 1.200 orang. Padahal kapasitas kiosnya hanya 800 unit. Sebelumnya penataan dan pembagian lapak menjadi wewenang Dinas Pasar Kabupaten Sleman.  

Namun setelah 2017, wewenang tersebut beralih ke Disperindag Sleman. Ia menuturkan para pedagang telah didata dan diundi. Selanjutnya mereka bisa menempati kios sesuai nomor yang diperoleh.

Menurut Endah, hal ini telah disosialisasikan pada paguyuban pedagang Pasar Sleman. "Kami targetkan pasar bisa beroperasi secara optimal. Agar pasar mampu melayani kebutuhan warga," ujarnya.

Selain itu, penataan juga dilakukan pada pedagang klitikan atau barang bekas. Pasalnya, selama ini para pedagang barang bekas sering berjualan di bahu jalan. Endah mengemukakan, penataan untuk pedagang klitikan akan memanfaatkan lahan bekas pedagang unit II di Timur pasar.

Dana pembangunan Pasar Sleman sendiri mencapai Rp 32,79 milliar dan terbagi menjadi tiga tahap. Alokasi dana awal pada 2014 mencapai Rp 7,96 milliar. Selanjutnya pada 2015 mencapai Rp 13,6 milliar, dan pada 2016 sebesar Rp 11,23 milliar.

Sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo mengemukakan, pembangunan pasar Sleman dilakukan untuk memmodernisasi pasar dengan konsep bersih dan rapi. Dengan begitu, ia berharap pengunjung dapat berbelanja dengan nyaman. "Kalau pasarnya bersih pasti rezkinya juga banyak. Jadi nanti kalau sudah beroperasi optimal, pedagang harus menjaga kebersihan pasar. Karena kebersihan merupakan tanggungjawab semua penghuni pasar," ujarnya. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement