REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Akibat ketahuan saat hendak mencuri sepeda motor, Maradona Nadeak (27) tewas diamuk massa. Dia tertangkap warga setelah sempat melarikan diri menggunakan angkutan kota (angkot).
Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (22/3) malam. Saat itu, korban yang bernama Hendra (28) memarkirkan sepeda motor di depan warung dalam keadaan kunci tidak tercabut.
Warga Jl Medan-Binjai Km 16,5, Serba Jadi, Sunggal, Deli Serdang itu lalu meninggalkan sepeda motornya dan menyiram halaman warung dengan membelakangi motor. "Tidak lama kemudian alarm sepeda motor bunyi dan istri korban langsung teriak maling," kata Daniel, Jumat (24/3).
Korban, kata Daniel, langsung menoleh dan melihat seorang laki-laki sedang menaiki sepeda motornya. Panik karena ketahuan, laki-laki itu langsung melarikan diri dengan naik ke angkot.
Namun, warga yang mendengar teriakan istri korban tak tinggal diam. Mereka mengejar pelaku dan akhirnya berhasil menangkap laki-laki tersebut. Aksi main hakim sendiri pun terjadi.
Beruntung, seorang laki-laki yang mengaku anggota polisi di Binjai langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke rumah sakit Binjai. "Setelah dilakukan pertolongan pertama selanjutnya tersangka dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. Namun, setibanya di RS Bhayangkara, tersangka meninggal dunia," ujar Daniel.
Dari identitas yang dimilikinya, tersangka diketahui bernama Maradona Nadeak. Pascakejadian, jenazahnya pun langsung dibawa ke rumah duka di Jl Sei Lepan II, Puji Dadi, Binjai untuk dimakamkan.