Ahad 12 Mar 2017 16:24 WIB

13 Pasar Daerah di Indramayu Kumuh

Rep: Lilis Handayani/ Red: Andi Nur Aminah
Bupati Indramayu Anna Shopanah (kanan) tinjau pasar.
Foto: dok. Istimewa
Bupati Indramayu Anna Shopanah (kanan) tinjau pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Seluruh pasar daerah di Kabupaten Indramayu dalam kondisi kumuh. Jumlah pasar daerah tersebut seluruhnya ada 13 pasar. Keterbatasan anggaran dan rendahnya kesadaran masyarakat ditengarai menjadi penyebab kumuhnya pasar tersebut.

"Ada 13 pasar daerah di Indramayu. Kondisinya begitu semua," ujar Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Indramayu, Omarsyah, saat ditanyakan mengenai kondisi pasar daerah di Indramayu yang kumuh, Ahad (12/3).

Berdasarkan pantauan Republika.co.id di Pasar Baru Indramayu, kondisi pasar itu selalu becek saat musim hujan. Sedangkan saat musim kemarau, banyak debu yang beterbangan di udara. Tak hanya itu, penempatan pedagang ikan, buah dan sayur maupun sejumlah komoditas lainnya yang berbeda juga menjadi satu hingga timbul kesemrawutan.  

Omarsyah mengungkapkan, kumuhnya kondisi pasar tak lepas dari aktivitas jual beli yang terjadi setiap hari, tanpa ada libur satu hari pun. Sedangkan di sisi lain, petugas kebersihan yang memiliki tugas membersihkan pasar honornya hanya Rp 363 ribu per orang per bulan.

"Jadi saya susah mau menegur mereka. Mereka juga gimana mau kerja semangat kalau upahnya tidak sesuai standar," kata Omarsyah.

Omarsyah pun berjanji akan mengajukan peningkatan upah para petugas kebersihan sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Jika upah mereka sudah sesuai UMK, maka akan mudah baginya untuk memberi sanksi saat kerja mereka tidak memuaskan. 

Tak hanya itu untuk honor petugas kebersihan, keterbatasan anggaran juga terjadi untuk penataan pasar secara keseluruhan. Padahal, penataan sangat dibutuhkan agar pasar tak menjadi kumuh.

"Pasar harus bersih, tertib dan ada penempatan pedagang sesuai barang yang dijualnya supaya pedagang dan pembeli sama-sama merasa nyaman. Pembeli juga tidak malas datang ke pasar tradisional," tegas Omarsyah.

Omarsyah mengungkapkan, Kabupaten Indramayu sebenarnya sudah memiliki pasar higiensi yang khusus diperuntukan bagi pedagang ikan. Namun sayang, para pedagang tidak mau menempatinya dan memilih tetap berjualan di depan pasar. "Jadi ya memang susah juga. Ini kembali pada kultur masyarakat kita," terang Omarsyah.

Omarsyah menambahkan, untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan ketegasan pengelola pasar untuk menertibkan para pedagang. Dia mengakui, ketegasan para pengelola pasar memang belum maksimal.

Terpisah, Bupati Indramayu, Anna Sophanah, saat dikonfirmasi mengenai kondisi pasar daerah yang kumuh, mengakui kondisi tersebut. "Ya memang seperti itu," kata Anna. 

Untuk penataan pasar, saat ini sedang dilakukan di Pasar Baru Jatibarang. Namun, pasar baru tersebut baru bisa diresmikan pada pertengahan 2018 mendatang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement