REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Direktorat Jenderal Kebudayaan berkomitmen meningkatkan peran kebudayaan dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, sejumlah kebijakan sudah dicanangkan Direktorat Jenderal Kebudayaan pada tahun ini, antara lain memperluas akses warga untuk terlibat aktif dalam kehidupan budaya.
"Bisa dengan membuka pusat-pusat kesenian dan kebudayaan, terutama di daerah pinggiran yang kurang mendapat perhatian," ujar dia dalam rapat koordinasi pusat dan daerah tentang kebudayaan di Lombok Barat, NTB, Rabu (1/3). Selain itu, Ditjen Kebudyaan juga bertekad memperbaiki tata kelola kebudayaan dengan ekonomi kreatif dan mengembangkan platform digital untuk kebudayaan Indonesia agar dapat berkiprah di tingkat global.
Ia menambahkan, pernyatan pendidikan karakter dan modal sosial bangsa juga akan terus dilakukan dengan menggerakan seniman, pekerja kreatif, dan pegiat komunitas masuk sekolah. "Kebijakan lain ialah dengan meningkatkan komunikasi budaya antar daerah melalui program pertukaran budaya di tingkat nasional," katanya menambahkan.