REPUBLIKA.CO.ID, KUTACANE, ACEH TENGGARA -- Tim Basarnas Pos Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara bersama warga setempat menemukan sesosok korban dalam keadaan telah mutilasi di pinggir Sungai Alas.
"Saparudin (44), warga Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Badar kita temukan dengan kondisi fisik tidak utuh lagi," ucap Koordinator Pos SAR Kutacane, Risky Hidayat di Kutacane, Aceh Tenggara, Senin (27/2).
Dia mengatakan, kuat dugaan kuat pada fisik korban telah terjadi tindakan mutilasi terutama pada bagian tangan dan kaki karena terputus dengan kondisi berada di air sungai.
Korban ditemukan pada kordinat N atau Utara 03 derajat 27.58 dan E atau Timur 97 derajat 48.40, tepatnya di pinggir Sungai Alas, Desa Perapat Tinggi, Kecamatan Lawe Alas.
Pos SAR Kutacane sebelumnya telah memberangkatkan tujuh orang personel untuk membantu pencarian seorang korban hilang pada Senin, (27) sekitar pukul 10.50 Wib, setelah mendapat laporan dari kepala Desa Kuta Tinggi jam 10.30 Wib.
Kronologi kejadian yang dilaporkan, jelasnya, korban pada Sabtu (25/2) pukul 4.30 Wib berpamitan dengan istri untuk pergi ke sawah. Namun sampai laporan diterima oleh SAR setempat, tidak kembali lagi ke rumah. "Saksi mata melihat pagi itu, korban sedang berjalan menuju perkebun jagung. Sehari kemudian, warga mencari dengan menyisir kebun jagung, sawah, dan aliran parit sawah. Tapi korban belum ditemukan juga," tutur dia.
Tim Basarnas yang diberangkatkan, terang Risky, menerima informasi dari warga setempat, bahwa terdapat masyarakat melihat sesosok mayat di Sungai Alas. "Lalu tim bergerak menuju lokasi bersama unsur lainnya. Dapat dipastikan, bahwa mayat yang ditemukan warga adalah korban yang dicari," ujarnya.
"Jasad korban, dibawa ke RSU Sahuddin Kutacane dengan ambulan untuk dilakukan otopsi," tegas Risky.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Edi Bastari mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif pembunuhan terhadap korban. Kini polisi sedang memeriksa beberapa orang saksi. "Dimulai dari keluarga, dan tetangga korban. Untuk personel, telah kita perintahkan cari potongan tangan dan kaki korban," ucapnya.