Selasa 07 Feb 2017 14:56 WIB

Badan Geologi Diminta Kaji Pergerakan Tanah Warungkiara Sukabumi

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Yudha Manggala P Putra
Ilustrasi
Foto: Mahmud Muhyudin
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemkab Sukabumi meminta Badan Geologi untuk melakukan kajian teknis terkait pergerakan tanah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara. Hasil rekomendasi dari lembaga tersebut diperlukan untuk penanganan bencana pergerakan tanah di wilayah tersebut.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Sukabumi menyebutkan, pergerakan tanah yang terjadi di tiga kampung Desa Bantarkalong tersebut terjadi sejak Jumat (3/2) lalu. Jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai sebanyak lima unit yang terdiri atas tiga rusak berat, satu rusak sedang, dan satu rusak ringan.

Selain itu ada sebanyak 26 unit rumah warga yang terancam. ‘’Kami tengah mengupayakan adanya kajian Badan Geologi untuk kasus pergerakan tanah,’’ terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani kepada Republika.co.id Selasa (7/2).

Permohonan tersebut disampaikan langsung ke Badan Geologi di Bandung. Usman menerangkan hasil kajian dari Badan Geologi nantinya diperlukan dalam penanganan bencana di Desa Bantarkalong.

Terutama, dalam menentukan kebijakan relokasi warga dari lokasi bencana ke tempat yang lebih aman. Untuk sementara ini ungkap Usman, para warga yang berada dalam daerah rawan pergerakan tanah telah dievakuasi ke tempat lain.

Proses evakuasi telah dilakukan sejak Senin lalu. Di sekitar lokasi bencana lanjut Usman, telah dibangun posko penannggulangan bencana. Keberadaan posko untuk memantau bencana dan memberikan bantuan darurat kepada para korban.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Suryana menerangkan, bantuan yang disalurkan berupa makanan, selimut, dan tikar. Pendistribusian bantuan itu lanjut dia sudah dilakukan sejak dua hari terakhir ini.

Menurut Yana, bencana tersebut terjadi di tiga kampung Desa Bantarkalong yakni Kampung Pasir Jamu, Bojong Haur, dan Pasir Gerong. Pertama di Kampung Bojong Haur RT 02 RW 02 yang terdata sebanyak tiga unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah. Selain itu di kampung itu tercatat ada satu unit madrasah yang rusak berat.

Selanjutnya kata Yana di Kampung Pasir Jamu RT 08 RW 01. Di kampung itu terdapat sebanyak dua rumah yang rusak ringan dan sembilan rumah yang yang terancam.

Terakhir di Kampung Pasir Gerong RT 09 RW 01. Di lokasi itu terdapat satu rumah rusak sedang dan terancam sebanyak tujuh rumah. Total warga yang terdampak bencana tersebut mencapai sebanyak 148 jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Susilo menambahkan, petugas BPBD terus memantau perkembangan bencana di Desa Bantarkalong. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih besarnya potensi pergerakan tanah akibat intensitas hujan yang tinggi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement