Selasa 31 Jan 2017 15:21 WIB

Paus Berduka Atas Penembakan Jamaah Shalat Isya di Quebec

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Teguh Firmansyah
Penembakan masjid di Quebec, Senin (30/1).
Foto: Francis Vachon/The Canadian Press via AP
Penembakan masjid di Quebec, Senin (30/1).

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Francis bertemu dengan Kardinal Gerald Lacroix dari Quebec pada Senin (30/1). Ia mengekspresikan belasungkawa kepada korban dan keluarga penembakan di masjid kota tersebut.

Paus mengecamnya dan mengatakan umat Kristen juga Muslim harus bersama berdoa atas tragedi ini. Berdasarkan komunike Vatikan, Paus Francis bertemu dengan Kardinal Lacroix setelah misa pagi di Casa Santa Marta.

Belasungkawa Paus juga disampaikan dalam pesan yang dikirim oleh Menlu Vatikan Kardinal Pietro Parolin. Ia mengatakan, Paus mendoakan para korban dan keluarganya. Ia pun bersama dengan doa-doa orang terdekat mereka.

Insiden penembakan pada 29 Januari lalu itu menewaskan enam orang dan melukai 17 lainnya. Pria bersenjata masuk ke Islamic Cultural Center of Quebec saat shalat berjamaah.

"Paus mengekspresikan simpati terdalamnya pada korban luka dan keluarga, dan pada semua yang berkontribusi dalam bantuan, semoga Tuhan membawa pada kebaikan dan keadilan peradilan," katanya seperti dikutip CNA.

Pontifical Council for Interreligious Dialogue juga mengeluarkan komunike yang menyebut serangan brutal saat doa bersama di tempat ibadah sangat menyedihkan dan mengerikan. "Ini melanggar kesakralan hidup manusia dan tidak menghormati komunitas yang berdoa juga tempat ibadah," katanya.

Baca juga,  Jamaah Shalat Isya di Masjid Quebec Kanada Ditembaki, Lima Orang Terbunuh.

Lebih lanjut, dewan mengecam keras aksi tersebut dan mengklaim solidaritas untuk Muslim Kanada. Pada Selasa (31/1), polisi Quebec mengonfirmasi kedua pelaku penembakan telah ditangkap, tapi belum merilis motif pelaku.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement