Selasa 01 Nov 2016 12:14 WIB

Waspadai Aksi Provokasi di Medsos pada 4 November

Ribuan massa Kelompok Bela Islam berunjukrasa memprotes tindakan penistaan agama oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Puranama di depan Balai Kota DKI, Jumat (14/10).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Ribuan massa Kelompok Bela Islam berunjukrasa memprotes tindakan penistaan agama oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Puranama di depan Balai Kota DKI, Jumat (14/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay meminta semua pihak, terutama netizen, untuk menahan diri agar aksi di Jakarta pada 4 November 2016 berjalan tertib, aman dan damai.

"Hal ini perlu menjadi perhatian, terutama para netizen pengguna aktif media sosial. Harus diakui, media sosial memiliki pengaruh besar," kata Saleh, Selasa (1/11).

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan media sosial sebaiknya digunakan untuk menyejukkan dan menuntun sesama pengguna, bukan untuk memanas-manasi atau menyebar berita palsu. Menurut Saleh, opini yang disebarkan melalui media sosial bisa mengubah sikap dan cara pandang seseorang. Karena itu, opini yang menyesatkan akan sangat berbahaya.

Karena itu, aparat kepolisian diharapkan dapat mengawasi setiap opini dan isu yang sengaja dihembuskan untuk memancing kerusuhan. Kepolisian harus dapat menjadi pengawas yang netral.

"Bila ada yang sengaja memanfaatkan media sosial untuk memprovokasi, kepolisian harus segera bersikap dan bertindak tegas," ujarnya.

Sejumlah organisasi massa dan elemen Islam akan melakukan aksi di Jakarta berkaitan dengan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melakukan kunjungan dinas ke Kepulauan Seribu.

sumber : a

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement