Selasa 18 Oct 2016 18:34 WIB

Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan Diresmikan di Papua

Rep: Frederikus Bata/ Red: Budi Raharjo
Petugas melakukan pemeriksaan rutin di pembangkit listrik tenaga uap dan gas. (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Petugas melakukan pemeriksaan rutin di pembangkit listrik tenaga uap dan gas. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,Sentani -- Presiden Joko Widodo meresmikan enam infrastruktur kelistrikan di Provinsi Papua dan Papua Barat.  Infrastruktur itu di antaranya dua pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

Keseluruhan nilai proyek mencapai Rp 989 miliar. Dengan beroperasinya enam infrastuktur kelistrikan ini, PLN mampu melakukan penghematan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp 161 miliar per tahun.

Keandalan listrik di Papua dan Papua Barat semakin baik karena ditopang dengan sistem transmisi 70 kV dan Gardu Induk 20 MVA. Dimana SUTT 70 kV dan Gardu Induk tersebut merupakan GI pertama dan SUTT 70 kV pertama di Papua.

Peresmian enam infrastruktur kelistrikan Papua dan Papua Barat dilakukan di GI Waena, Kampung Harapan, Sentani. Dalam peresmian tersebut Presiden didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Provinsi Papua Lucas Enembe.

Dalam sambutannya Presiden menyampaikan tantangan yang harus dihadapi oleh PLN untuk melistriki Papua dan Papua Barat. "Saya mengerti bahwa berat membangun infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat, terutama masalah topografi, namun saya akan terus memberikan semangat agar PLN mempercepat seluruh pembangunan infrastruktur listrik di Papua dan Papua Barat," kata Jokowi.

Keberhasilan pengoperasian enam infrastruktur kelistrikan ini penting untuk sistem Papua dan Papua Barat, mengingat kebutuhan listrik yang terus meningkat di kedua provinsi tersebut. Khusus untuk SUTT 70 kV yang terbentang dari Orya Genyem hingga Jayapura terdiri dari 323 tower.

Topografi Papua yang berbukit dan aksesbilitas yang minim merupakan tantangan tersendiri bagi PLN pada saat pembangunan infratruktur tersebut. Namun berkat kerja keras PLN dan bantuan dari semua stakeholder, masyarakat  dan Pemda setempat SUTT 70 kV dari Orya genyem-Waena-Jayapura dan SUTT 70 kV Holtekam–Jayapura berhasil diselesaikan pengerjaannya.

Keberadaan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan di Papua dan Papua Barat merupakan bukti komitmen PLN mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan sebagai sumber tenaga listrik hingga 23 persen pada 2025.

Keenam infrastruktur kelistrikan itu yakni :

1. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Orya Genyem 2 x 10 MW

2. Pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) Prafi 2 x 1, 25 MW

3. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Genyem – Waena – Jayapura sepanjang 174,6 kilo meter sirkit

4. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp - Jayapura sepanjang 43,4 kilo meter sirkit

5. Gardu Induk (GI) Waena – Sentani 20 Mega Volt Ampere

6. Gardu Induk (GI) Jayapura 20 Mega Volt Ampere

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement