Jumat 14 Oct 2016 16:34 WIB

Warga Sukabumi Kelola ‘BMKG Mini’

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)
Foto: Antara Foto
Ruang pengawasan BMKG (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Salah satu kampung di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendapatkan bantuan alat pemantau kondisi cuaca. Alat yang ditujukan untuk RW 09 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, itu merupakan pemberian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Bantuan itu diberikan karena kampung tersebut meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional 2015. Menurut Kepala Seksi Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi Frendy Yuwono, lokasi alat pemantau cuaca itu seperti “Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mini” di Sukabumi. “Saat ini menjadi pusat informasi mengenai cuaca dan iklim di Sukabumi,’’ kata dia, Kamis (13/10).

Frendy menjelaskan, alat tersebut terdiri atas pengukur curah hujan (ombrometer), pengukur kecepatan angin (anemometer), pengukur temperatur udara, serta alat pengukur intensitas terik matahari. Pengelolaan alat itu, kata dia, dilakukan oleh warga RW 09. Nantinya, ia mengatakan, warga pun dapat memanfaatkan alat tersebut sebagai media informasi dalam menghadapi potensi bencana, misalnya banjir.

Selain itu, menurut Frendy, lokasi “BMKG mini” juga nantinya dapat dijadikan tempat pembelajaran mengenai pemantauan perubahan cuaca dan iklim, seperti bagi pelajar. Ke depan, ia mengatakan, Pemerintah Kota Sukabumi bakal berupaya menambah sejumlah perlengkapan di lokasi tersebut untuk lebih meningkatkan kualitas layanannya. Ketua RW 09 Paedulloh mengatakan, alat pemantau kondisi cuaca itu diperoleh dari kementerian awal tahun ini. Menurut dia, data dari alat tersebut dicatat oleh dua warga yang telah dipilih pihak RW. “Alat ini dipasang di lahan milik RW dan dikelola warga,’’ ujar dia.

Paedulloh menjelaskan, di kampungnya telah dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang menggelar sejumlah kegiatan terkait lingkungan. Di antaranya pengelolaan sampah dan kompos, serta pengelolaan air bersih. Prestasi inilah yang membuat kampung tersebut mendapatkan penghargaan dan bantuan alat pemantau cuaca. Ia mengharapkan, adanya alat tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar dan Kota Sukabumi. Utamanya dalam upaya mengantisipasi potensi bencana.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement