Senin 12 Sep 2016 02:22 WIB

'Tidak Ada Lonjakan Penumpang Idul Adha'

Para pemudik arus balik bersepeda motor naik ke kapal KM Ciremai, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, Sabtu (2/8).
Foto: ANTARA
Para pemudik arus balik bersepeda motor naik ke kapal KM Ciremai, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, Sabtu (2/8).

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat tidak ada lonjakan jumlah penumpang kapal laut secara signifikan menjelang Idul Adha 1437 Hijriyah di pelabuhan itu.

"Libur Idul Adha selama tiga hari tidak menimbulkan lonjakan jumlah penumpang moda transportasi laut di Pelabuhan Pangkalbalam," kata Kepala KSOP Pangkalbalam, Adriawan Simanungkalit di Pangkalpinang, Ahad (11/9).

Ia menerangkan, seperti yang tercatat oleh KSOP Pangkalbalam pada Sabtu (10/9) jumlah penumpang dari Pelabuhan Tanjungpandan Belitung sekitar 300 orang dan Pangkalbalam-Tanjungpandan sekitar 200 orang.

"Jumlah penumpang tersebut tidak jauh berbeda dengan rata-rata jumlah penumpang setiap harinya," katanya.

Ia mengatakan, KSOP Pangkalbalam memprediksi akan terjadi sedikit lonjakan jumlah penumpang pada Senin (12/9) karena hari libur terakhir Idul Adha.

"Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang jurusan Pelabuhan Pangkalbalam-Tanjungpandan atau sebaliknya pihak perusahaan kapal cepat telah melayani jasa penyeberangan untuk setiap harinya saat libur Idul Adha," ungkapnya.

Ia mengatakan, pada hari biasa Pelabuhan Pangkalbalam melayani kapal cepat berkapasitas sekitar 350 orang untuk tujuan Pangkalbalam-Tanjungpandan PP yang beroperasi tiga kali dalam seminggu.

"Sedangkan untuk tujuan Pangkalbalam-Tanjung Priok tersedia kapal jenis Ro-Ro (Roll On Roll Off) yang melayani pelayaran setiap hari dengan rata-rata penumpang sekitar 30 orang setiap harinya," ujarnya.

Ia memprediksi tidak terjadinya lonjakan jumlah penumpang moda transportasi laut pada liburan Idul Adha tahun ini karena masyarakat lebih memilih pesawat udara karena faktor efisiensi waktu tempuh.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement