Kamis 18 Aug 2016 04:23 WIB

DIY Terjunkan 300 Dokter Periksa Hewan Kurban

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Dwi Murdaningsih
Seorang pedagang hewan kurban musiman memberi makan sapi-sapinya, di pasar hewan kurban musiman, di simpang empat Cisumur, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/8). (Republika/Fuji E Permana)
Foto: Republika/Fuji E Permana
Seorang pedagang hewan kurban musiman memberi makan sapi-sapinya, di pasar hewan kurban musiman, di simpang empat Cisumur, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/8). (Republika/Fuji E Permana)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Menghadapi Hari Raya Idul Kurban 2016 ini Dinas Pertanian DIY akan menerjunkan sebanyak 300 dokter hewan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM.

"Dua pekan sebelum Idul Kurban mereka akan terjun ke lapangan, depo penjualan hewan kurban. Selanjutnya saat dimulai pemotongan hewan, mereka akan keliling ke pemotongan hewan kurban di seluruh DIY," kata Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko pada wartawan usai menghadiri Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Gedung Agung Yogyakarta, Rabu (17/8).

Dia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan ternak untuk kurban, baik dari segi kesehatannya maupun umurnya. Yang perlu diwaspadai oleh masyarakat penyakit cacing hati. Sasongko menyarankan agar masyarakat yang membeli hewan untuk kurban harus meminta  surat keterangan bahwa hewan tersebut sehat yang berasal dari dokter yang mengeluarkan surat tersebut.

Untuk pengawasan ternak antar wilayah, kata dia, ada pos lalu lintas ternak. Namun kadang ternak di wilayah lain melewati tempat yang tidak semestinya (red. jalur tikus). "Karena itu kami berupaya untuk mengantisipasi agar tidak terlalu banyak lalu lintas ternak yang tidak bisa dipantau," kata dia.

Menurut Sasongko jumlah kebutuhan hewan kurban di DIY sekitar 18 ribu sampai 20 ribu ekor. Sedangkan ketersediannya sekitar 80 ribu ekor. Namun banyak juga hewan kurban yang dijual keluar DIY. Harga untuk hewan kurban sapi sekitar Rp 17 juta-Rp 19 juta per ekor, sedangkan kambing sekitar Rp 2,5 juta sampai Rp 2,75 juta per ekor.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement