Rabu 17 Aug 2016 13:15 WIB

Kerbau di Sleman Terancam Punah

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Ani Nursalikah
Seorang petani menggembalakan kerbau.
Foto: Antara
Seorang petani menggembalakan kerbau.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Keberadaan kerbau di Kabupaten Sleman mulai terancam. Bahkan saat ini populasinya semakin menurun dari tahun ke tahun.

Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Sleman, Juwari menyampaikan keberadaan kerbau di wilayah setempat hampir punah. Bahkan menurutnya, saat ini hewan berkaki empat tersebut sudah tidak lagi terlihat di pasaran pahing Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping.

"Sudah lama saya tidak melihat kerbau diperjualbelikan. Padahal dulu hewan tersebut menjadi salah satu peliharaan yang banyak dimiliki petani di Sleman," kata Juwari, Rabu (17/8).

Ia menuturkan, penurunan jumlah kerbau sangat jelas terlihat di Kecamatan Seyegan. Dulu wilayah tersebut dikenal sebagai gudang kerbau. Namun saat ini tidak ada lagi kerbau yang tersisa di sana.

Juwari mengemukakan, banyak hal yang bisa menyebabkan penurunan populasi hewan pembajak sawah tersebut. Di antaranya karena banyak petani sudah beralih membajak sawah menggunakan mesin traktor sehingga, kerbau yang sebelumnya dipelihara dijual ke tempat lain.

Penjualan kerbau dilakukan di Muntilan, Kudus, dan Jepara sebagai daerah yang memiliki kuliner khas dari olahan daging kerbau. Di sisi lain, proses reproduksi kerbau pun cukup lama.

"Proses kehamilan kerbau itu satu tahun. Kalau sapi kan hanya sembilan bulan. Maka itu penambahan populasinya lebih lambat," ujar Juwari.

Padahal harga jual sapi dan kerbau sendiri cenderung sama.  Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DP2K), Suwandi Aziz pun mengakui hal tersebut. Menurutnya saat ini jumlah kerbau di Sleman hanya sekitar 500 ekor.

"Kebanyakan peternak kerbau berada di Sleman Barat, seperti Kecamatan Moyudan dan Godean," kata Aziz.

Ia menuturkan, kebutuhan masyarakat terhadap kerbau juga semakin berkurang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement