Senin 11 Jul 2016 17:12 WIB

Menko Darmin: 'Sambungan Jalan Tol tak Ada, Masyarakat Sengsara'

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nur Aini
Kendaraan pemudik terjebak macet parah di Tol Pejagan, Jawa Tengah, Senin (4/7).  (Republika/Wihdan Hidayat)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Kendaraan pemudik terjebak macet parah di Tol Pejagan, Jawa Tengah, Senin (4/7). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut kemacetan jalur mudik disebabkan jalan tol yang masih terputus-putus sehingga ada pertemuan dengan jalan umum. Namun, kondisi ini tidak akan dibiarkan terus-menerus.

Ia mengatakan kemacetan jalur mudik harus ada jalan keluar. Jalan tol harusnya tidak beretemu dengan jalan umum.

Tapi karena pembangunan jalan tol belum selesai, kedua jalan jadi dipertemukan. ''Karena sambungannya belum ada. Masyarakat dibuat cukup sengsara dibikin oleh kemacetan parah itu,'' ungkap Darmin di Kompleks Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (11/7).

Tapi hal tersebut bukan sesuatu yang terus menerus terjadi. Nanti, saat sambungan jalan tol selesai dibangun, jalan tol dan jalan umum tidak akan bertemu lagi.

Selain itu, harus dipelajari betul jumlah titik perpotongan jalur mudik dengan perlintasan kereta. Menurutnya, harus dicari solusi agar rel kereta bisa tetap lewat tanpa menghentikan laju kendaraan lain.

Soal apakah volume kendaraan yang besar di luar prediksi pemerintah, Darmin menilai selain karena masa libur yang panjang, sejak awalpun mudik selalu ramai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement