REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakum LHK) Wilayah Sumatera Burung menyita puluhan burung saat penggerebekan judi online berkedok permainan ketangkasan di Asahan pada Ahad, kemarin (12/6). Burung itu dititipkan di Markas Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul BBKSDA Sumut untuk sementara waktu.
Kepala Balai Gakum LHK Wilayah Sumatera, Halasan Tulus mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Polda Sumut dalam pengungkapan tindakan pidana bidang kehutanan tersebut. "Sebenarnya, bukan cuma kasus tumbuhan dan satwa liar (TSL), tapi ada kasus lain. Ini ikutan saja sebenarnya," kata Halasan di Markas SPORC, Medan, Senin (13/6).
Halasan menjelaskan, dalam penggrebekan di ruko dan gudang di Jalan Kartini Nomor 53 dan 54, Lingkungan IV, Kisaran Baru, Kisaran Barat, Asahan tersebut, Polda Sumut dan Polres Asahan sebenarnya akan mengungkap judi online. Namun, dalam penggerebekan itu, petugas juga menemukan 332 satwa liar dengan berbagai jenis, seperti jalak, beo, nuri, kacer, dan lain-lain.
Dari seluruhnya, Halasan mengatakan, pihaknya hanya membawa 27 ekor yang terdiri dari 25 burung beo dan dua burung nuri. Selebihnya, masih berada di lokasi dengan penjagaan person Polda Sumut, Polres Asahan, dan Gakum LHK Wilayah Sumatera. Nantinya, burung-burung itu akan dilepaskan ke habitatnya atau dititipkan ke lembaga konservasi.
"Jadi, kita akan lakukan proses sesuai UU Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 21. Kita lakukan penyidikan dengan Polda Sumut," ujarnya.
Pemilik ratusan ekor satwa tersebut diduga sudah mendapatkan informasi sehingga dia melarikan diri pada saat penggrebekan. Meski begitu, Halasan mengatakan, pihaknya telah mengantongi terduga tersangka berinisial R.
"Nanti kita DPO-kan. Akan kita kejar. Yang jelas, sekarang ini ada petugas kita yang menjaga di lokasi dan kita akan berkoordinasi dengan BBKSDA Sumut untuk identifikasi, ini beo nias atau bukan," kata Halasan.