Jumat 20 May 2016 16:27 WIB

Pemprov Sulteng Siapkan Tim Usut Dugaan Penimbunan Stok Gula

Stok Gula (Ilustrasi)
Foto: Corbis
Stok Gula (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah menduga adanya praktik penimbunan stok gula pasir yang dilakukan para pelaku usaha di daerah itu untuk mendapat keuntungan lebih besar menghadapi bulan Ramadhan.

"Naiknya harga gula pasir di tingkat pengecer, kemungkinan besar ada tindakan tak terpuji dari para pelaku usaha nakal untuk memanfaatkan momen menjelang Ramadhan karena permintaan masyarakat dipastikan meningkat," kata Asisten II Pemprov Sulteng, Elim Somba di lokasi pasar murah di kawasan Pasar Masomba Palu, Jumat.

Menurut dia, sebenarnya stok gula dan kebutuhan lainnya cukup aman. Hanya saja, kata dia, ada pelaku usaha yang bermain disini khusus satu komoditi strategis yaitu gula pasir sehingga harganya di pasaran cenderung terus bergerak naik.

Karena itu dikatakan Elim pihaknya akan meminta petugas melakukan pengusutan. "Kami akan menurunkan tim khusus bersama polisi melakukan monitoring ke gudang-gudang distributor," kata dia.

Jika ada yang menimbun stok, maka bersangkutan akan di proses sesuai hukum yang berlaku.

Ia mengatakan dalam rangka menstabilkan gejolak harga gula pasir di pasaran, Pemprov Suleng bekerja sama PT Purusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Cabang Sulteng melakukan pasar murah.

Pasar murah dilakukan di salah satu pasar tradisional di Kota Palu dan mendapat perhatian besar dari masyarakat. Kegiatan tersebut khusus hanya menjual gula pasir dengan harga miring Rp 12.500/kg. Di pasaran umum harga gula pasir berkisar antra Rp 16.000 sampai Rp 17.500/kg.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement