Senin 28 Mar 2016 05:11 WIB

Mengintip Uniknya Kapal Kucing di Amsterdam

Rep: Puti Almas/ Red: Ilham
Kapal kucing di Amsterdam
Foto: Oddity Central
Kapal kucing di Amsterdam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapal kucing merupakan salah satu hal paling unik yang ada di Ibu Kota Belanda, Amsterdam. Pada awalnya, kapal berukuran kecil ini tak lagi digunakan dan berada di kapal Herengracht.

Kemudian, kucing-kucing yang kehilangan tempat tinggal ditempatkan di sana pada 1966 oleh seorang perempuan bernama Henriette Van Weelde. Ia merasa kasihan pada kucing-kucing luar yang tak memiliki tempat untuk berlindung.

Karena itu, ia merasa perlu membuat suatu tempat untuk menampung hewan menggemaskan tersebut. Pada awalnya, Henriette membawa kucing liar untuk dirawat di rumahnya.

Setelah dua tahun, Henriette merasa rumahnya sudah tak cukup lagi untuk menampung kucing-kucing tersebut. Hingga akhirnya, ia melihat kapal yang tidak terpakai di kanal Herengracht.

Setelah menjadi sebuah kapal penampungan kucing, banyak orang yang penasaran dan ingin melihat kehidupan hewan yang akrab dengan manusia tersebut. Hingga kini, setidaknya sudah ada 4.500 pengunjung yang datang, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Kini, setiap kucing yang ada di Kapal Kucing atau dikenal dengan Cat Boat juga dipakaikan kalung pelacak. Tujuannya, agar mereka mudah dilacak jika melarikan diri.

Semua kucing di Cat Boat dapat diadopsi. Namun, orang yang menagdopsi akan diberi sejumlah pertanyaan terlebih dahulu seperti alamat rumah dan bagaimana cara mereka merawat dan memelihara kucing.

"Kami sangat memilih calon pemilik yang akan mengadopsi kucing. Mereka juga harus tidur bersama staf di Cat Boat semalam bersama dengan para kucing untuk melihat seberapa besar rasa sayang pada hewan ini," kata salah satu staf Cat Boat, Judith Gobets, seperti dilansir Oddity Central.

Menurut Judith, pihak Cat Boat selalu mengatakan pada calon pemilik bahwa mengurus kucing bukanlah hal mudah. Hewan ini bukan hanya dianggap sebagai teman bermain penghilang rasa bosan, namun harus dianggap sebagai bagian dari keluarga.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement