Ahad 20 Mar 2016 22:01 WIB

YLKI Minta BBPOM Proaktif Telusuri Makanan Berbahaya

Badan POM
Badan POM

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara minta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Medan agar proaktif untuk menelusuri makanan dan minuman berbahaya yang beredar di masyarakat.

"Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan harus 'jemput bola' melakukan penelitian mengenai makanan yang berbahaya bagi kesehatan manusia itu," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar Siddik di Medan, Minggu.

Pegawai BBPOM Medan, menurut dia, diharapkan tidak turun ke lapangan setelah ada temuan makanan berbahaya dari masyarakat sehingga perlu lebih banyak melakukan upaya pencegahan.

"Seharusnya, ada atau tidaknya temuan makanan berbahaya tersebut, petugas BBPOM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan penelitian atau 'sampling test' dan aktif berada di lapangan," ujar Abubakar.

Ia menyebutkan, pihak BBPOM tidak hanya bertugas memantau makanan dan minuman yang dianggap berbahaya itu, tetapi juga peredaran obat-obat herbal yang tidak memiliki izin edar tersebut.

Sebab, obat-obat herbal itu juga berbahaya bagi masyarakat mau pun konsumen yang mengonsumsinya, karena tidak jelas isi yang terkandung di dalam obat yang dijual secara murah tersebut.

Bisa saja, obat herbal yang terdapat dalam kemasan plastik tersebut, tidak sesuai dengan merk atau telah habis masa berlakunya di pasaran.

"Hal ini harus segera diantisipasi petugas BBPOM, karena merupakan tanggung jawab lembaga tersebut, sehingga tidak menimbulkan permasalahan bagi masyarakat," ucapnya.

Abubakar menambahkan, beredarnya obat herbal tanpa izin mau pun tanpa register dari BBPOM adalah kelemahan dari institusi tersebut, sehingga harus secepatnya diatasi dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

"Jika obat herbal mau pun makanan dan minuman berbahaya itu terus dibiarkan, dikhawatirkan bisa menimbulkan korban bagi masyarakat. Hal ini harus dapat dihindari," kata Abubakar.

Sebelumnya, Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Abdulhamid Dipopramono mengatakan, pihaknya berharap agar BBPOM proaktif dalam mencari dan menginformasikan makanan berbahaya yang beredar di masyarakat.

Sebagai badan publik yang menerima anggaran dari negara berupa APBN, seharusnya BBpOM proaktif mencari informasi tentang obat dan makanan berbahaya yang beredar di masyarakat.

"Lalu apa yang mereka temukan itu diumumkan kepada publik lewat media. Apalagi jika ditemukan obat atau makanan yang berbahaya, maka harus diumumkan secara serta-merta agar kerugian masyarakat tidak meluas," tuturnya.

Hal itu disampaikannya menanggapi berita penemuan bumbu dapur yang dicampur zat kimia berbahaya oleh aparat kepolisian.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement