REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis jaringan Islam Liberal Akhmad Sahal mempertanyakan pemahaman mantan menkominfo Tifatul Sembiring tentang hadis. Ia bahkan bertanya di mana Tifatul belajar hadis.
Namun Tifatul menegaskan, ia belajar ilmu Islam juga dari guru-guru Nahdlatul Ulama. "Guru-guru saya kyai NU, berjasa besar membersihkan bacaan tajwid makharijul huruf saya. Kyai-kyai di pesantren hanif, lurus," kicau Tifatul, Sabtu.
Tifatul memang tidak menyebut atau secara khusus membalas Akhmad Sahal dalam cicitan terakhir. Namun ia menyahut pernyataan netizen yang meminta Tifatlul berguru di pesantren NU.
Pertikaian antara Akhmad Sahal dan Tifatul Sembiring bermula dari cicitan tentang hadis LGBT. Tifatul Sembiring mengunggah hadis yang tentang hukum bunuh kaum nabi Luth.
Dalam cicitan terakhir, Tifatul Sembiring mempertanyakan kritik yang disampaikan oleh Akhmad Sahal tentang hadis tersebut. Baca juga, Serang Balik Akhmad Sahal Soal LGBT, Tifatul: Belajar Hadits Bukan di Amerika.
Namun, menurut Akhmad Sahal, ulama yang alim justru tak gegabah memakai satu atau dua hadis untuk berhukum. Karena untuk bisa menggali hukum dari hadis, syarat keilmuannya berat.