REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Pusat Wanita Islam Atifah Thaha mengajak masyarakat agar tidak menjauhi warga yang mengalami kelainan seksual atau LGBT. Menurut dia, sebaiknya masyarakat justru mendekati dan membantu seseorang yang mengalami kelainan seksual untuk menyadarkan mereka.
"Rekomendasi kami adalah, semua pihak mendekati yang kita duga ada sedikit penyimpangan itu, mulai didekati, dijelaskan bahwa itu adalah suatu kelainan yang bisa diobati," kata Atifah di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (17/2).
Sebab itu, PWI akan menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat, terutama para ibu dalam mendidik anaknya. Ia juga menilai, terjadinya penyimpangan seksual dapat dimulai dari keluarga.
"Kadang-kadang tanpa disadari, ya dari rumah tangga, misalnya, membedakan perempuan dan laki-laki. Kemudian, datang faktor lingkungan yang memengaruhi. Cepat dia berkembang," ujarnya menjelaskan.
Baca juga, Ini Pernyataan Manny Pacquiao yang Membuat Kelompok LGBT Marah.
Ia menegaskan, PWI tak akan menjauhi masyarakat yang mengalami kelainan orientasi seksual. Kendati demikian, menjadi tugas masyarakat untuk menyelamatkan dan membantu mereka dari tindakan yang menyimpang tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan berbagai penyuluhan serta melakukan pendekatan secara agama.
"Jadi, kami tidak memusuhi, ndak. Tapi, perlu kita selamatkan, disadarkan bahwa itu adalah hal yang menyimpang," kata Atifah.