Kamis 31 Dec 2015 13:35 WIB

Selamat Tinggal Kampung Kumuh dan Miskin Kami

Suasana asri di lingkungan RW 004 Kelurahan Sungai Bambu Jakarta Utara
Foto: M Akbar Wijaya/Republika
Suasana asri di lingkungan RW 004 Kelurahan Sungai Bambu Jakarta Utara

REPUBLIKA.CO.ID,Selamat Tinggal Kampung Kumuh dan Miskin Kami

Oleh: M Akbar Wijaya/ Wartawan Republika

 

Mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca. Ingatannya merentang ke belakang mengorek kenangan beberapa tahun silam. Sejurus waktu, seulas senyum hadir di wajahnya. “Penghijauan di sini mulai dirintis 2011,” kata wanita bernama lengkap Linggar Pratiwi (56 tahun) ini kepada Republika di kantor PKK Rukun Warga (RW) 04, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, medio Desember 2015.

Linggar (56 tahun) ialah Ketua Rukun Warga (RW) 04 Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Siang itu Linggar bersama sejumlah kader PKK binaannya berbagi cerita inspiratif tentang semangat mengubah lingkungan menjadi lebih baik.

Semua berawal pada 2009. Ketika itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan penilaian lingkungan terbaik dan terburuk seantero Ibu Kota. Hasilnya, RW 04 Sungai Bambu terpilih sebagai kampung berpredikat terkumuh dan termiskin.

Predikat tak mengenakan itu membuat Linggar terpukul. Ia menangis. Belum genap setahun menjadi Ketua RW, Linggar dihadapkan pada kebingungan mencari solusi dari beragam persoalan yang ada di wilayahnya. Maklum, wilayah Sungai Bambu sejak lama dikenal sebagai kawasan padat penduduk yang kumuh, kotor, dan gersang. “2010 saya dalam taraf kebingungan. Saya menangis,” ujarnya.

Namun Linggar tak mau terlalu lama larut dalam kesedihan. Ia mulai bergerak membenahi persoalan di lingkungannya. Langkah pertama yang dilakukan Linggar adalah menghilangkan gunungan sampah yang berada di muka jalan menuju RW 04. Linggar menilai lokasi tersebut harus lebih dahulu bersih karena merupakan “etalase” menuju pemukiman warga.

Persoalan pertama muncul. Membersihkan sampah yang menggunung selama bertahun-tahun ternyata tidak mudah. Apalagi kesadaran masyarakat terhadap kebersihan belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, butuh tenaga esktra dan alat angkut besar untuk mengangkut gunungan sampah.

Akhirnya Linggar coba meminta bantuan Astra Daihatsu Motor (ADM), perusahaan otomotif yang operasional kerjanya hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari RW 04 Sungai Bambu. “Saya menghubungi Daihatsu hujan-hujanan. Menjelaskan persoalan kami. Akhirnya Daihatsu mau bantu,” kenang Linggar.

Sejak itu pihak ADM rutin mengirim truk sampah mereka. Linggar bilang dalam sehari pihak ADM bisa mengangkut enam truk sampah. Ini karena menurut Linggar sampah di sana juga berasal dari luar warga RW 04. Persoalan sampah baru menemui kata tamat setelah warga dibantu ADM mengubah lokasi pembuangan sampah tersebut menjadi balai kegiatan RW 04.

Linggar belum berpuas diri. Usai menamatkan urusan sampah ia mulai menggerakan para ibu kader Pembinaan Kesejaheteraan Keluarga (PKK) melakukan penghijauan di setiap Rukun Tetangga (RT). Masing-masing RT terdiri dari lima kader lingkungan PKK. Tugas mereka memastikan setiap warga menanam minimal 10 pohon di rumah masing-masing.

Untuk mencukupi kebutuhan pohon warga, para kader PKK RW 04 kembali meminta bantuan ADM. Permintaan itu diamini ADM dengan mengirim ribuan bibit tanaman hias, buah, dan obat-obatan secara berkala. Tak ayal lingkungan RW 04 yang tadinya panas dan gersang perlahan berubah menjadi hijau dan asri. Tanaman obat-obatan yang dirawat dan disiram warga juga kerap dimanfaatkan sebagai sumber pengobatan warga.

Saat ini sejumlah warga juga memanfaatkan tanaman obat sebagai bahan baku jamu herbal. Salah seorang produsennya ialah Tasrifah (58 tahun). Ia mengaku tidak sengaja menggeluti bisnis rumahan ini. Awalnya suami Tasrifah menderita sakit kencin batu. Dokter menyarankan agar sang suami dioperasi. Namun apa daya Tasrifah tidak memiliki biaya. Akhirnya dari saran sejumlah warga ia mencoba membuat jamu herbal yang berasal dari tanaman obat-obatan di lingkungan sekitar. Lambat laun penyakit kencing batu suami Tasrifah mulai membaik. “Setelah berhasil akhirnya saya kembangkan,” kata Tasrifah.

Tasrifah mengaku banyak dibantu pihak ADM untuk produksi dan pemasaran jamu herbal bermerek dagang “Jamu Barokah” olahannya. Ia mencontohkan ADM kerap melibatkannya dalam berbagai pameran. Walhasil konsumen jamu Herbal Tasrifah tidak hanya berasal dari warga sekitar RW 04, tapi juga merambah ke aparatur pemerintah dan dokter di lingkungan administrasi Jakarta Utara dan luar kota. “Daihatsu bantu sediakan alat penggilingan, panci perebusan, press botol, stempel merek botol. Semua dibikinin. Dibantu juga pameran,” kata Tasrifah.

Ketua PKK RW 04 Sukarti (64 tahun) mengatakan warganya telah mengembangkan lebih dari seratus jenis tanaman obat-obatan. Tanaman yang berasal dari bantuan ADM itu di antaranya terdiri dari: kunyit, asam, sambi loto, kumis kucing, pecah beling, mahkota dewa, daun sirsak, mengkudu, binahong merah, binahong putih, sambung nyawa, ginseng jawa, lidah buaya, belimbing, jambu batu merah, dan lain-lain.

Belakangan, kata Sukarti, pihak ADM juga tertarik membeli bibit tanaman obat warga. Ia mengungkapkan harga setiap tanaman berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. Bergantung diameter pot yang digunakan. “Daihatsu yang membeli. Daihatsu (ADM) sudah seperti keluarga,” ujarnya.

Perhatian ADM terhadap warga sekitar perusahaan memang terbilang holistik. Mulai dari urusan penghijauan, kesejahteraan, kesehatan, hingga pendidikan. Hal ini sebagaimana diakui Kepala Bidan RW 04 Khomsatun (67 tahun) dan Ketua Posyandu RW 04 Wati (49 tahun).

Keduanya mengatakan pihak ADM ikut membantu meningkatkan kualitas kesejahteraan warga dengan memberikan beragam pelatihan keterampilan kepada para Ibu PKK. ADM juga berkomitmen menjaga kesehatan balita dan lansia dengan cara mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan lansia, memberikan makanan tambahan untuk Balita di posyandu, membangun fasilitas MCK di posyandu, menyediakan ambulans untuk kebutuhan warga, dan membina sekolah di lingkungan warga.

Sinergi antara ADM dan warga akhirnya berbuah manis. Sejumlah penghargaan tingkat kota, provinsi, dan nasional berhasil diraih kawasan yang pada 2009 mendapat predikat kumuh dan miskin ini.

Pada 2011 meraih juara I lomba Bina Keluarga Lansia tingkat Provinsi DKI Jakarta, Juara I lomba Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tingkat Kota Admisnistrasi Jakarta Utara. Pada 2012 SDN 05 Sungai Bambu yang dibina ADM meraih penghargaan Adipura untuk kategori sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Pada 2013 Kader PKK RW 04 meraih juara pertama dari tim penilaian pusat Lomba Gotong Royong tingkat DKI Jakarta dan berhak mewakili Jakarta dalam Lomba Gotong Royong Tingkat Nasional. Di tahun yang sama RT 08 RW 04 meraih juara pertama lomba Taman dan Penghijauan Lingkungan Tingkat Kota Administratif Jakarta Utara dari Dinas Pemakaman dan Pertamanan Provinsi DKI Jakarta,

Departement Head CSR Astra Daihatsu Motor Asjoni bersyukur dengan berbagai penghargaan yang diterima warga. Menurutnya penghargaan itu membuktikan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas lingkungan yang bersih, sehat, dan sejahtera. “Kami senang dan bangga dengan penghargaan itu. Warga yang coba kita didik bisa berubah dengan keteraturan menghargai lingkungan,” kata Asjoni kepada Republika.

Asjoni mengatakan Astra berkomitmen memajukan masyarakat sekitar perusahaan dan bangsa. Perusahaan percaya masyarakat yang sehat dan mandiri akan mendorong perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. “Falsafah Astra maju bersama bangsa. Kami menerapkan itu secara global dengan mengembangkan pilar hidup sehat, pintar, hijau, dan sejahtera,” ujar Asjoni. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement