Rabu 30 Dec 2015 16:09 WIB

Jokowi Minta Jalan Wamena-Nduga Tembus Tahun 2016

 Sejumlah Siswi menaiki bukit untuk kembali pulang kerumahnya setelah melakukan kegiatan belajar mengajar di SD Athahiriyah Yapis Walesi, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (27/7).
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Sejumlah Siswi menaiki bukit untuk kembali pulang kerumahnya setelah melakukan kegiatan belajar mengajar di SD Athahiriyah Yapis Walesi, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (27/7).

REPUBLIKA.CO.ID,WAMENA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengerjaan jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Duga sepanjang 170 km dapat diselesaikan 2016.

"Kalau tidak tembus, saya marah ke Menteri PU," kata Presiden Jokowi dalam acara bakar batu bersama masyarakat Jayawijaya di Lapangan Pendidikan Wamena Kabupaten Jayawijaya, Rabu.

Hadir dalam kesempatan itu Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Jokowi menyebutkan kehadiran dirinya di Wamena merupakan yang kedua setelah kehadiran pertama pada 27 Desember 2014.

"Desember tahun depan, saya ingin lihat tembusnya jalan darat dari Wamena ke Duga, kita harapkan dengan adanya jalan itu, harga-harga di Wamena dan wilayah pegunungan tengah Papua lainnya jauh lebih murah lagi," katanya.

Ia menyebutkan sudah memerintahkan Menteri PUPR agar tahun depan jalan itu tembus, dengan bantuan dari TNI. "Memang medan berat, tapi kalau dibantu TNI, nanti aspal langsung masuk sehingga saya hadir tahun depan sudah bisa mencoba jalan darat," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden juga berpesan agar aparat pemerintah di daerah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo mengatakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Jayawijaya sudah memiliki gedung berlantai tujuh yang dapat segera diresmikan penggunaannya.

"Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun terminal Bandara Wamena sehingga bermanfaat untuk masyarakat di kawasan tengah pegunungan di Papua," katanya.

sumber : antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement