Rabu 30 Dec 2015 13:00 WIB

800 Petugas Kepolisian Amankan Kuta

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Winda Destiana Putri
WIsatawan bermain di Pantai Kuta, Bali, Senin (31/8). Para pelaku bisnis pariwisata di Bali berharap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak membuat para pelaku usaha merugi.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
WIsatawan bermain di Pantai Kuta, Bali, Senin (31/8). Para pelaku bisnis pariwisata di Bali berharap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak membuat para pelaku usaha merugi.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Sebanyak 800 petugas kepolisian gabungan akan mengamankan jalannya perayaan Tahun Baru 2016 di wilayah Pantai Kuta dan sekitarnya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kuta, Kompol I Wayan Sumara mengatakan aparat gabungan itu berasal dari Polsek Kuta, Polresta Denpasar, dan Polda Bali.

"Semua personel disebar di seluruh titik Kuta dan sekitarnya," kata Sumara, Rabu (30/12).

Berdasarkan pantauan Republika, terdapat beberapa titik penempatan pos pantau dan pos PAM. Pihak kepolisian melakukan pengamanan mulai dari Jalan Raya Pantai Kuta, Jalan Dewi Sri, Jalan Patih Jelantik, Pasar Seni Kuta, Kuta Square, Legian, dan sekitarnya.

Dua hingga tiga orang petugas akan disebar dalam jarak per 10 meter. Pantai Kuta menjadi Ring 1 pengamanan karena menjadi pusat keramaian.

Sistem pengamanan di kawasan Kuta, kata Sumara dilengkapi dengan penempatan alat pendeteksi logam (metal detektor). Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan di wilayah ground zero.

Polda Bali akan melakukan penutupan dan pengalihan arus kendaraan pada 31 Desember 2015 terhitung pukul 14.00 WITA.

Terhitung sejak pukul 16.00 WITA, seluruh arus lalu lintas yang masuk menuju Legian dan sepanjang Pantai Kuta resmi ditutup hingga perayaan malam tahun baru selesai.

Polda Bali mengimbau masyarakat yang ingin merayakan malam tahun baru selalu waspada. Pemilik kendaraan bermotor juga diminta berhati-hati di jalan, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengunci serta meninggalkan kendaraan dalam kondisi aman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement