REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sudah mendengarkan rekaman percakapan yang diduga dilakukan Setya Novanto, Maroef Sjamsoedin dan Riza Chalid. Usai mendengarkan bukti rekaman lengkap tersebut, sikap anggota MKD terpecah.
Ada yang mempertanyakan soal tuduhan yang diadukan Menteri ESDM, Sudirman Said ke Ketua DPR, Setya Novanto. Di pihak lain, ada anggota MKD yang merasa sudah cukup.
Anggota MKD dari fraksi Golkar Ridwan Bae mengaku tidak mendapatkan isi pembicaraan yang bicara soal saham 20 persen serta pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rekaman sekitar 120 menit. Ridwan meminta Sudirman Said untuk menunjukkan fakta soal dugaan pencatutan dan permintaan saham itu.
“Satupun tidak ada di 2 jam itu, yang saya ingin sampaikan, Sudirman Said harus bertanggungjawab atas kegaduhan ini,” kata dia di ruang sidang MKD, Rabu (2/12).
Selain Ridwan Bae, anggota MKD dari fraksi Hanura, Sudding juga meminta konfirmasi soal tuduhan Sudirman Said pada Ketua DPR. Menurutnya, Sudirman Said harus bisa menjelaskan dimana letak isi rekaman yang menyebutkan soal pencatutan nama serta permintaan saham. Sebab, apa yang ada dalam rekaman itu sangat dimungkinkan adalah soal divestasi saham PT Freeport.
“Saya hanya ingin meminta konfirmasi dari Sudirman Said, bagian mana yang diduga mencatut nama dan meminta saham, Sudirman Said harus bisa menjelaskan itu, kalau dalam isi rekaman saya tidak melihat itu, tapi kalau dalam konteks menyeluruh selama dua jam itu, saya harus pelajari lagi,” kata Sudding.
Baca juga, Sudirman Said: Pemimpin Saya Presiden, Bukan Luhut.