Selasa 01 Dec 2015 22:11 WIB

Resistensi Antibiotik Menjadi Masalah Dunia

Penggunaan antibiotik sebaiknya diminimalisir atau tidak dikonsumsi sama sekali.
Foto: pixabay
Penggunaan antibiotik sebaiknya diminimalisir atau tidak dikonsumsi sama sekali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan Antibiotik secara tidak tepat dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai efek samping yang serius namun yang paling berbahaya yaitu mengakibatkan kekebalan atau resistensi. Yaitu suatu keadaan di mana bakteri sudah tidak mempan lagi dengan antibiotik, sehingga dibutuhkan antibiotik lain yang masih sensitif.

Masalah resistensi antibiotik, bukan hanya menjadi masalah individu, tetapi menjadi masalah dunia. Sejak tahun 2005, hingga saat ini sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru sehingga jika bakteri sudah resisten terhadap antibiotik yang ada, tidak ada antibiotik lain yang dapat menyembuhkan.

Sayangnya bahaya resistensi antibiotik dan jenis antimikroba lainnya ini belum semua dipahami dengan baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat.

Untuk menghindari melemahnya manfaat antibiotik dan meluasnya resistensi atau kekebalan terhadap antibiotik, Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun ini mencanangkan Pekan Peduli Antibiotik Sedunia pada tanggal 16 hingga 22 November 2015.

Melalui kampanye berslogan “Antibiotics: Handle with Care” ini, WHO mengajak masyarakat untuk memanfaatkan antibiotik dengan tepat. Resistensi bakteri terhadap antibiotik ini telah menjadi permasalahan sangat serius dan menjadi salah satu tantangan terbesar dunia kesehatan.

Adanya resistensi bakteri menyebabkan penurunan kemampuan antibiotik dalam mengobati infeksi dan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.

Maura Linda Sitanggang, PhD, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI menyampaikan, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan obat secara rasional, terutama penggunaan antibiotik secara bijak.

Upaya yang dilakukan melalui strategi edukasi, manajerial maupun edukasi ditujukan pada tenaga kesehatan maupun masyarakat. Kemenkes telah melaksanakan beberapa kebijakan untuk pengendalian resistensi antibiotik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement