Selasa 24 Nov 2015 11:36 WIB

Ekstremis Indonesia Lebih Suka Bertempur di Suriah

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ilham
Pasukan TNI melakukan patroli di kawasan yang diperkirakan sebagai tempat latihan teroris di Poso.
Foto: reuters
Pasukan TNI melakukan patroli di kawasan yang diperkirakan sebagai tempat latihan teroris di Poso.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Terorisme Taufik Andrie mengatakan, seruan kelompok Santoso untuk melakukan aksi teror ke Polda Metro Jaya dan Istana Negara dengan memasang bendera hitam atau bendera ISIS sepertinya sulit terwujud.

"Kebanyakan pendukung kelompok Santoso terkonsentrasi di Poso, di Jawa sepertinya hampir tidak ada. Selain itu, kaum ekstremis juga lebih tertarik bertempur di Suriah daripada di Indonesia," katanya, Selasa, (24/11).

Menurut dia, kaum ekstremis lebih suka berperang di Suriah daripada di Indonesia karena di Suriah itu garis pemihakannya jelas.

Meskipun demikian, ujar Andrie, ancaman kelompok Santoso yang telah berbaiat kepada ISIS tak boleh diremehkan. "Mereka di sana melawan Barat dan Syiah. Garis pertempurannya dan medan perangnya sudah jelas," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement