REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG – isak tangis keluarga pecah ketika jenazah RIna Rabiana (20 tahun), korban pembunuhan oleh kekasih gelapnya di Cikarang, Bekasi, tiba di Ruah Duka di Dusun Jatiroke RT 03/05, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jenazah korban tiba dengan menggunakan ambulans setelah sebelumnya sempat dilarikan pelaku ke Tasikmalaya, Jabar.
Sepupu korban Dede Sutisna mengungkapkan, kabar meninggalnya Rina diketahui lewat kabar yang diberikan JAT (22) yang mengaku sebagai teman Rina di tempat kerja. Baru belakang diketahui bahwa JAT-lah yang menghabisi nyawa Rina. “Dia bilang Rina meninggalnya di Tasikmalaya akibat kecelakaan lalulintas,” kata Dede menirukan perkataan JAT.
Kabar tersebut sontak mengejutkan keluarga karena sehari sebelumnya HP milik korban tidak aktif. Pihak keluarga pun merasa janggal karena setelah sehari hilang kontak, keluarga dikejutkan dengan kabar meninggalnya Rina.
Kejadian pembunuhan tersebut diketahui ketika JAT yang merupakan pelaku pembunuhan bermaksud untuk membuang jasad Rina ke wilayah Tasikmalaya. JAT bahkan sempat berusaha menguburkan jasad korban di Tempat Pemakaman Umum di daerah Tasikmalaya, namun ditolak oleh petugas pemakaman dikarenakan tidak ada surat keterangan dari dokter maupun kepolisian.
Petugas pemakaman, Jojon, pun curiga karena jasad korban akan dimakamka tanpa kain kafan. Ketika ditanya, pelaku mengaku sebagai kakak angkat korban dan memakamkan korban atas perintah orangtua.
Petugas pemakaman pun menghubungi pihak kepolisian. Setelah diselidiki dan jasad dibawa ke rumah sakit, diketahui korban Rina meninggal akibat dibunuh. Terdapat luka cekikan pada leher korban.
JAT pun digelandang oleh pihak kepolisian. Setelah diselidiki, rupanya Rina merupakan korban pembunuhan. JAT tega membunuh korban akibat termakan amarah, korban meminta putus karena akan menikah dengan tunangannya.
Jenazah Rina langsung dishalatkan di masjid dekat rumah orangtuanya. Meskipun hujan deras, keluraga memutuskan untuk memakamkan Rina malam itu juga.