Selasa 03 Nov 2015 18:07 WIB

Lumbung Padi di Indramayu Kekeringan Parah

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Panen Padi
Panen Padi

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Puluhan ribu hektare areal tanaman padi pada musim tanam gadu 2015 di Kabupaten Indramayu mengalami puso (gagal panen). Para petani berharap memperoleh bantuan dari pemerintah.

''Tanam kali ini gagal total, rugi besar,'' ujar seorang petani asal Desa Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, Sadi, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/11).

Sadi menyebutkan, pada musim tanam gadu tahun ini, dia sudah mengeluarkan modal sebesar Rp 50 juta untuk tanaman padi seluas empat bau (1 bau=0,75 hektare). Selain untuk bibit, pupuk dan upah buruh tani, dia juga sudah mengeluarkan biaya besar untuk mengupayakan pompanisasi.

Namun, semua modal dan jerih payahnya pupus karena areal tanaman padinya mengalami puso. Kekeringan parah pada tahun ini membuat sungai mengering dan tak bisa lagi disedot airnya.

''Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah,'' tutur Sadi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Firman Muntako mengatakan hingga awal Oktober 2015, areal lahan yang puso pada musim tanam gadu kali ini mencapai 21.050 hektare.

Firman menyebutkan, kondisi puso itu tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Indramayu secara spot-spot. Dengan jumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu yang berjumlah 31 kecamatan, berarti hanya ada tujuh kecamatan yang lahan pertaniannya bebas puso, yakni Kecamatan Bangodua, Widasari, Sukra, Bongas, Anjatan, Tukdana, dan Patrol.

''Ini karena El Nino panjang,'' ujar Firman.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement