REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pihak asing ditengarai berada di balik penolakan revitalisasi Teluk Benoa (RTB). Isu penolakan RTB dinilai sengaja diangkat ke dunia internasional agar mendapat dukungan.
Ketua Forum Bersama Kita Satu Bali (FBKSB) Kadek Agus Ekanata mengatakan ForBali, kelompok yang selama ini getol menyuarakan penolakan RTB. Salah satunya dengan mengadakan diskusi dengan menghadirkan narasumber pengamat media dan komunikasi dari Curtin University Australia.
"Mereka yang menolak rencana RTB mulai menggandeng pihak asing. Mereka ingin isu penolakan RTB menjadi besar dan mendapat perhatian dunia internasional," kata Ekanata, dalam siaran persnya Sabtu (31/10).
Menurut Ekanata, penolakan RTB butuh dukungan dunia internasional karena masyarakat Bali sendiri mayoritas setuju dengan RTB. "Sangat jelas, mereka ingin isu penolakan RTB ini mendapat dukungan dunia internasional. Ini bentuk intervensi terhadap masyarakat Bali," kata Ekanata.
Ekanata juga menyatakan FBKSB bersama 40 entitas masyarakat Bali lainnya pendukung RTB menolak segala bentuk intervensi asing. Pihak asing, ujarnya, tidak bisa mendikte keinginan besar masyarakat Bali yang setuju RTB.
"ForBali merasa upayanya selama ini pengaruhi masyarakat Bali tidak berhasil, makanya mereka undang pihak asing. Masyarakat Bali tidak bisa diintervensi asing soal RTB, karena kami yakin RTB bermanfaat bagi Bali," ujarnya.