Kamis 22 Oct 2015 09:32 WIB

Semakin Parah, Bau Asap Pekat di dalam Rumah Warga Padang

Red: Nur Aini
Kabut asap (ilustrasi)
Kabut asap (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan ketebalan kabut asap yang menyelimuti daerah itu pada Kamis (22/10) pagi kian pekat menyebabkan jarak panjang semakin terbatas.

"Jarak pandang hanya 1.200 meter di Bandara Internasional Minangkabau, ini lebih pendek dibanding kemarin," kata Analisis Cuaca BMKG Ketaping Neli Elvira.

Menurut dia, kabut asap berasal dari kebakaran lahan yang masih terjadi di Sumatera Selatan dan Jambi yang diembus angin hingga ke Sumbar. Ia mengatakan pada hari ini (22/10), cuaca di Sumbar diperkirakan berawan dan belum ada potensi hujan sehingga untuk kabut asap diperkirakan masih belum akan berkurang.

Sedangkan, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Budi Samiaji melaporkan jarak pandang di Kota Padang hanya sekitar 700 meter hingga 1.000 meter. "Ini merupakan kondisi paling parah yang pernah terjadi karena bau asap tercium kuat hingga ke dalam rumah," kata dia.

Ia menyampaikan berdasarkan laporan di Sumbar saat ini tidak terdeteksi ada titik panas dan kalau pun terpantau tidak banyak. Sementara informasi kualitas udara berdasarkan pantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang, dilaporkan indeks standar pencemar udara berdasarkan konsentrasi PM 10 mencapai 438 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan pantauan kabut asap yang menyelimuti Kota Padang terlihat lebih pekat dibanding hari sebelumnya sehingga matahari terlihat berwarna oranye. Di jalan raya terlihat pengendara memakai masker dan sebagian pengendara menghidupkan lampu kendaraan.

Selain pekatnya asap aroma asap menyengat kuat di luar ruangan. Salah seorang warga Padang Uci mengatakan, kabut asap hari ini paling pekat dibandingkan sebelumnya. Ia berharap pemerintah segera menanganinya agar ini tidak berlarut-larut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi menyampaikan kebijakan untuk meliburkan sekolah mengacu kepada rekomendasi Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah. Menurut dia, Dinas Pendidikan telah mengimbau pihak sekolah dan orang tua agar membekali pelajar dengan masker mencegah dampak kesehatan akibat kabut asap.

"Karena kabut asap semakin tebal dianjurkan agar pelajar menggunakan masker mencegah akibat yang ditimbulkan," ujar dia.

 
 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement