REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur mengingatkan pasangan calon wali kota Surabaya dan wakilnya, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana tidak berhenti blusukan. Risma dan Whisnu diminta lebih aktif mengisi masa kampanye 27 September hingga 5 Desember 2015.
"Kampanye blusukan dan mendatangi rakyat lebih nyata dibanding berkampanye konvensional," ujar Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi kepada wartawan di Surabaya, Jumat (2/10).
Selain terhadap pasangan calon, ia juga meminta kepada pengurus DPC PDIP Surabaya hingga ke tingkat paling bawah untuk tidak berhenti menyosialisasikan visi misi pasangan Risma-Whisnu ke masyarakat. "Kalau perlu dengan waktu yang semakin mepet ini tidak tidur. Lakukan komunikasi dengan masyarakat di mana saja," ucap wakil ketua DPRD Jatim tersebut.
Jika nantinya di lapangan tidak semua menerima Risma-Whisnu, kata dia, maka sebuah hal wajar dan harus selalu dicoba dengan tak mengenal kata putus asa. "Kalau diterima Alhamdulillah. Tapi kalau tidak ya tidak apa-apa, besok didatangi lagi, kalau masih gagal maka besoknya dicoba lagi sampai berhasil," katanya.
Menanggapi intesifnya pesaing Risma-Whisnu, yakni Rasiyo-Lucy Kurniasari melakukan pendekatan ke masyarakat, pihaknya enggan berkomentar dan menganggap siapa pun lawannya sangat berat. Dia meminta seluruh pengurus solid merapatkan barisan dan menaati perintah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, yaitu memenangkan Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya.