REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- Balai Bahasa Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar acara Gerakan Membaca Sastra, Sabtu (5/9).
Ada sekitar 1.000 peserta datang membaca karya sastra berupa puisi dan cerita pendek (cerpen) yang diselenggarakan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) yang terletak di tepi sungai Musi.
“Kegiatan gerakan membaca sastra yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai lapisan merupakan puncak acara dari kegiatan Gerakan Indonesia Menulis dan Membaca atau GIMM 2015 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia," ujar Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan Aminulatif.
"Tujuan dari kegiatan ini sebagai bentuk apreasiasi penanaman jiwa suka membaca sastra, serta mengajak masyarakat dan pelajar untuk mulai menyukai kegiatan membaca dan menulis sastra.
Di antara peserta yang hadir dan membaca karya sastra ada Ketua Komisi DPRD Sumsel Fahlevi Maizano, juga ada profesor dan dokter ikut membaca karya sastra, puisi.
Menurut Ketua Komisi 5 DPRD Sumsel Fahlevi Maizano, perkembangan sastra saat ini di Sumatera selatan masih ada masyarakat dari kalangan sekolah maupun masyarakat yang suka akan sastra.
“Di Sumsel masih banyak pelaku pelaku seni maupun sastra. Dari anak-anak sampai mahasiswa masih banyak juga yang suka akan sastra,” ujarnya.Namun menurut anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, saat ini masih sangat kurang adanya pengharagaan dari pemerintah kepada pelaku seni, termasuk karya sastra. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah memberikan penghargaannya, khususnya kepada seniman dan sastrawan Sumsel,” katanya.
Fahlevi Maizano yang akrab disapa Boy menjelaskan tentang mulai tergusurnya bacaan karya sastra yang sekarang diganti dengan komik." Di era globalisasi ini, anak-anak lebih banyak membaca komik Jepang. Buku karya sastra seperti cerpen dan puisi jarang mereka baca,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumsel Aminulatif mengatakan, Gerakan Indonesia Menulis dan Membaca merupakan kegiatan sebagai bentuk mengapresiasikan sastra, khususnya untuk siswa SD hingga mahasiswa di Sumsel.
Menurut Linny Octaviani dari Balai Bahasa Sumatera Selatan, kegiatan Gerakan Indonesia Menulis dan Membaca sudah dilaksanakan seperti mengadakan lomba penulisan cerpen untuk para remaja dan menulis artikel bagi para guru.