Jumat 28 Aug 2015 22:49 WIB

JK Tekankan Pentingnya Harmonisasi dalam Kehidupan Bernegara

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan
Wapres JK
Foto: Setwapres
Wapres JK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya tercipta harmonisasi di dalam masyarakat dan bernegara. Ia mengatakan, terwujudnya harmonisasi dapat menciptakan rasa perdamaian.

"Karena tanpa harmoni dapat menyebabkan peperangan sehingga dapat menyebabkan kemiskinan dan ketidakharmonisan. Saya harap kedamaian dan harmoni menjadi tujuan antar sesama," kata Wapres saat menjadi pembicara utama pada Universal Peace Federation World Summit 2015 dan Sunhak Peace Price di Hotel Grand Intercontinental, Seoul, Korea Selatan.

JK melanjutkan, perdamaian diajarkan dalam setiap ajaran agama. Ia mencontohkan, ajaran Islam mengajarkan untuk mengucapkan salam Assalammualaikum yang artinya semoga kedamaian bersamamu saat bertemu dengan orang lain.

"Umat Kristen mengucapkan shalom yang artinya kedamaian untukmu," ujarnya, dilansir dari laman resmi wapresri.go.id.

JK mengatakan, harmonisasi tidak hanya diperlukan antar sesama manusia, namun juga harmonisasi dengan alam guna menjaga keseimbangan alam. Kendati demikian, yang terpenting saat ini ialah bagaimana menciptakan harmoni.

"Harmoni dengan alam sangat penting karena jika tidak akan menyebabkan bencana," ucapnya.

Selain itu, JK juga menyoroti terjadinya perubahan iklim yang dapat membawa dampak masalah lainnya. Harmoni, sambung Wapres, merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan terjadinya konflik maupun terorisme.

JK mengatakan Indonesia pun pernah menghadapi sekitar 15 kali konflik. Menurut dia, sepuluh dari 15 konflik yang terjadi disebabkan oleh adanya ketidakadilan di bidang ekonomi dan politik.

"Tidak ada konflik yang tidak diawali oleh ketidaksetaraan," kata JK. 

Begitu juga dengan konflik yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia saat ini, seperti di Timur Tengah, Asia, dan Afrika.

Menurut JK, hal ini disebabkan oleh adanya ketidakadilan serta harmoni di dalam masyarakat. Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang merasakan penderitaan dan terpaksa harus hidup dalam pengungsian lantaran kehilangan tempat tinggal.

"Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena ketidaksetaraan dan tidak ada harmoni antarsesama," ucapnya lagi.

Ia menjelaskan, konflik yang disebabkan oleh perbedaan ideologi atau agama tidak dapat dihentikan dengan menggunakan senjata. Namun, konflik tersebut harus diselesaikan secara damai.

"Ini terjadi di mana pun, kita semua belajar dari konflik dan terorisme antarnegara, karena masyarakat membutuhkan satu hal, yaitu hidup yang lebih baik. Tidak ada yang tidak menginginkan itu," jelasnya.

Ia mencontohkan berkembangnya terorisme di Timur Tengah, yakni ISIS. Menurut JK, kelompok terorisme dapat berkembang di suatu negara lantaran negara tersebut telah dihancurkan sehingga negara tersebut tidak memiliki pemerintahan yang sah untuk melindungi masyarakatnya.

JK menilai kelompok teroris ingin menghancurkan suatu negara karena berbagai macam alasan, seperti alasan ekonomi, sosial, dan sumber daya alam yang biasa menjadi pemicu utama dalam konflik dunia. Oleh sebab itu, ia menekankan tanpa harmoni, suatu negara akan mudah dihancurkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement