REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM --Partai Demokrat memutuskan tidak ikut berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram. Salah satu alasan, Demokrat tidak mengusung calon bentuk mengantisipasi tindakan kekerasan selama proses Pilkada.
Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Zainul Majdi mengaku pihaknya tidak mendaftarkan calon kepala daerah di pilkada Mataram sebagai bagian menjaga stabilitas dan kondusifitas Kota Mataram.
"Yang paling penting bagi saya adalah stabilitas kondusifitas apalagi kota Mataram, ibukota NTB," katanya, Selasa (25/8).
Pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang itu mengaku keberadaan partai politik tidak bisa berdiri sendiri, apalagi dirinya merupakan kepala daerah. Oleh karena itu, jangan sampai proses pilkada terjadi anarkisme, friksi, intimidasi dan merusak yang telah dibangun.
Zainul Majdi membantah jika dirinya kecewa terhadap pilkada Kota Mataram, namun ketidakikutsertaan Demokrat dalam pilkada Mataram lebih ke arah menghindari keributan. Dirinya yang juga Gubernur NTB memastikan bahwa pemda tidak akan masuk kepada ruang penyelenggaraan Pilkada.
"Pilkada Mataram silahkan berproses sesuai aturan. Penyelenggara pemilu itu KPU dan Panwaslu. Adapun pemda fasilitator dan parpol peserta. Kita memfasilitas saja," jelasnya.




