REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar hukum tata negara Refly Harun yakin pemerintah telah siap dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak.
"Pilkada ini kan tidak akan seberat Pemilu Legislatif meskipun dilaksanakan serentak," katanya di Jakarta, Jumat (21/8).
Refly menyebutkan bahwa yang menjadi permasalahan terkait dengan Pilkada serentak ini bukanlah kesiapan negara dan daerah dalam penyelenggaraannya, namun terkait dengan kualitas pemilu itu sendiri.
"Di sini bukan kualitas calon yang dicemaskan, namun kualitas pilkada dan hasilnya itu sendiri," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa Pilkada yang berkualitas adalah Pilkada yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, yang bersih, jujur dan adil.
Artinya dalam Pilkada itu sendiri tidak ada politik uang, suap menyuap, korupsi, apalagi kecurangan dalam penghitungan suara.
"Sekali lagi Pilkada serentak ini tidak akan sesulit dan seberat Pileg, namun kualitas pemilu itulah yang terpenting," ucapnya.
Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah yang dilakukan secara serentak pada Desember 2015. Hampir seluruh provinsi serta kabupaten/kota sudah menyatakan kesiapannya terkait penyelenggaraan Pilkada serentak ini.
Namun Komisi Pemilihan Umum mencatat ada tujuh daerah yang tidak dapat turut serta dalam Pilkada serentak karena hanya memiliki calon tunggal.