Senin 17 Aug 2015 19:22 WIB

Mimpi Anak Indonesia di HUT RI

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Esthi Maharani
 Presiden Joko Widodo (kanan) memberi hormat saat pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Presiden Joko Widodo (kanan) memberi hormat saat pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada dua siswa sekolah yang tampil membacakan teks 'Mimpi-Mimpi Anak Indonesia' dalam upacara perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-70 di Istana Merdeka, Senin (17/8). Kedua siswa tersebut yakni Erlangga Abiantara, siswa kelas 8C SMP Labs School Jakarta Timur dan Maria Rosana Lintang Kristiani, siswi kelas 6B SD Maria Fransiska Bekasi.

Pembacaan teks 'Mimpi Anak-Anak Indonesia' itu dilakukan setelah persembahan lagu-lagu dari Paduan Suara dan Okrestra Gita Bahana Nusantara selesai. Erlangga dan Maria secara bergantian membacakan harapan mereka dengan suara lantang.  

"Saya memimpikan Indonesia 10 tahun mendatang tidak ada lagi korupsi sehingga uang pendidikan tidak berkurang, rakyat Indonesia akan pintar dan Indonesia akan menjadi negara superpower. Tiga tahun yang akan datang semua wilayah Indonesia bisa mengakses internet, wifi gratis, cepat lagi," ucap Erlangga.

"Saya bermimpi semua orang bisa minum dari air keran, bersih, sehat dan uang jajan tidak berkurang. Saya bermimpi, Indonesia menjadi juara olimpiade sehingga merasa bangga ketika menontonnya di televisi," sahut Maria.

Pembacaan 'Mimpi Anak-Anak Indonesia' ini merupakan acara tambahan yang belum pernah ada di perayaan 17 Agustus sebelumnya. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Erlangga dan Maria sendiri yang membuat teksnya.

Namun, sebelum teks itu dibacakan di hadapan seluruh tamu Istana, Presiden Jokowi sempat memberikan koreksi saat melakukan gladi bersih.

"Presiden bilang jangan lama-lama kalau punya cita-cita. Di ruang ini anak-anak mengubah mimpinya. Jadi mereka ingin 30 tahun lagi, dan anak-anak mengubah jadi 10 tahun," ungkap Pratikno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement